Jumat, 18 Oktober 2013

SJD

“The day will come
When my body no longer exists
But in the lines of this poem
I will never let you be alone

The day will come
When my voice is no longer heard
But within the words of this poem
I will continue to watch over you

The day will come
When my dreams are no longer known
But in the spaces found in the letters of
this poem
I will never tired of looking for you”
― Sapardi Djoko Damono

Jumat, 11 Oktober 2013

11 OKTOBER 2013

Dunia dan Hidup,rasanya gampang banget buat ngucapin dua kata itu, tapi in fact –nya Dunia dan Hidup itu, jalan yang panjang, panjang, panjang, dan sangat panjang. Kayak ga ada jalan tol, kayak kita hidup dijaman sebelum penjajahan Belanda, kayak jalurnya berliku, berbatu bahkan berlubang. Lha, faktanya memang seperti itu kan? Semua butuh proses dalam hidup, dan proses itu bukan sekali, tapi banyak banget tahapan-tahapannya, syaratnya dan juga kendalanya bejibun.

Belakang diumur gue yang ke-18 tahun ini sering mikir, gak Cuma sekali, tapi berkali-kali, dan pertanyaannya juga bukan satu, mungkin ada lebih dari lima dan kalau seinget gue, intinya cuma merujuk sama satu pertanyaan. Apa sih maksud Tuhan bikin kehidupan didunia ini?

Ada satu hal fatal yang gak bisa dilupain dalam pertanyaan gue, yaitu Kepercayaan  dan kalau udah menyangkut itu, semuanya bisa ada pro atau kontra .
Tapi apa boleh buat, semuanya terlanjur rumit, buat gue, hidup gue dan buat dunia gue. Karena itu, seringkali *JUJUR* gue pernah mikir, kenapa manusia harus ngerasain sakit, kecewa, cinta,kebahagiaan, kenapa harus ada surga dan neraka, kenapa harus ada hitam atau putih, kenapa harus ada baik dan jahat. Kalau emang jawabannya karena setiap hal pasti punya pasangan rasanya, terlalu adil dan terlalu menyebalkan.



Review now

Yang Tak Mau Kumengerti

Aku termenung
Membeku...
Bergelung dengan kesendirian
Menatap Cakrawala jingga
Tak bertepi, tak tergapai, tak teraba...

Sebuah tanya menguap pada sang senja
Tentang Hidup dan perasaan tak berujung
Seperti bongkahan es seluas sepuluh kilometer persegi
Mengapung di samudera Arktik tak berpenghuni
Semuanya dimisterikan oleh takdir

Aku tak mengerti
Jelas tak mau memahami

Karena ia terjadi padaku seperti aroma kopi pagi
Manis, nyengat dan memuakkan
Karena ia juga terjadi padaku seperti malam...
dingin, sunyi diselimuti kegelapan.

Sabtu, 21 September 2013

Masalah PKn

Karena pertama kali mungkin dikasih tugas sama Miss Roro,perasaan SUSAAAAAAAAAAH banget, ah tau lah, suka rada kesel kalo tugas ngeselin teh, udah mah gurunya rada (teeeeeeeet )sensor hadeuhhh pegen cepetan selesai sekolah...sudah berada dititik jenuh.

Rabu, 26 Juni 2013

Kisah Orpheus dan Eurydice

Orpheus adalah putra Apollo,
dewa terang, dengan Calliope, dewi
musik dan puisi epik. Selain
tampan dan berbudi luhur,
Orpheus merupakan pemusik yang
handal. Apabila jari-jarinya telah
diayunkan pada dawai-dawai
liranya dan suaranya yang merdu
bersenandung, tak satupun yang
tidak terpesona dibuatnya. Bahkan
hewan-hewan buas akan berbaring
berdampingan dengan mangsanya
dan pepohonan seolah tercabut
dari akarnya untuk mendengarkan
permainan lira dan suara Orpheus
yang memikat.
Suatu hari, ketika sedang berjalan-
jalan dalam hutan, Orpheus
berjumpa dengan Eurydice, seorang
peri hutan yang jelita. Mereka
saling terpesona dan jatuh cinta.
Hati Orpheus tertawan oleh sinar
mata Eurydice yang lembut dan
gerai rambut hitamnya yang lincah
berayun, sedangkan Eurydice
terpesona oleh sosok Orpheus yang
gagah. Mereka kemudian
mengikrarkan diri untuk menjadi
pasangan yang abadi.
Sungguh pasangan yang serasi.
Sebab selain kejelitaan Eurydice
sebanding dengan ketampanan
Orpheus, hanya Eurydicelah yang
mampu menari dengan indahnya
diiringi permainan musik Orpheus.
Berdua mereka hidup dalam
kebahagiaan yang berakar pada
cinta sejati yang telah
dianugerahkan dan mereka
pelihara bersama.
Sayang sekali kebahagiaan mereka
tidaklah sekekal cinta mereka. Para
Parcae, dewi-dewi takdir, yang
keras hati telah memutuskan
riwayat Eurydice harus berakhir.
Orpheus benar-benar patah hati
dan sangat kehilangan kekasihnya,
maka ia pun meratap dengan
memetik dawai hingga lagu
sedihnya memenuhi hutan.

Dunia seakan kiamat bagi Orpheus.
Hari-hari dan mimpi malamnya
dihantui oleh bayangan Eurydice
yang seolah mengajaknya
melanjutkan nyanyian dan tarian
yang tak sempat terselesaikan di
lembah tersebut. Akhirnya timbul
tekad yang sungguh berani dalam
diri Orpheus. Dia memutuskan
pergi ke Hades, kerajaan orang-
orang mati, untuk menjemput
kembali jiwa Eurydice.
Orpheus memang bukan pahlawan
seperti Hercules yang sanggup
menyelesaikan dua belas tugas
raksasa. Bukan pula Theseus yang
membunuh Minotaur, makhluk
setengah manusia setengah
banteng yang memangsa rakyatnya.
Dia juga bukan Jason yang
memimpin para pahlawan
mengambil bulu domba emas di
Colchis.
Namun cintanya yang besar pada
Eurydice dan derita berat yang
harus ditanggung karena
kehilangan dirinya telah memberi
Orpheus keberanian dan kekuatan
seluruh pahlawan. Banyak orang
berusaha membujuk agar dia
mengurungkan niatnya.
Dia pergi meninggalkan
kerajaannya untuk menuju ke
Hades. Baru saja kakinya
melangkah masuk ke dalam
kegelapan gua di kaki Gunung
Avernus yang berhubungan dengan
Hades ketika seseorang menepuk
pundaknya. Ternyata orang
tersebut adalah, duta dewata yang
bertugas mengantar jiwa-jiwa
menuju ke Hades. Seperti yang
lain, juga membujuk Orpheus
membatalkan niatnya.
"Kukagumi keberanianmu mencoba
melakukan hal yang bahkan
membuat pahlawan seperkasa
Hercules pun berpikir dua kali
sebelum bertindak, Orpheus.

Namun tidakkah kau tahu bahwa
kau mencoba meraih yang tak
teraih, mengharapkan sesuatu yang
mustahil?
Tidak tahukah kau bahwa Pluto
penguasa Hades buta terhadap
penderitaan manusia dan tuli
terhadap isak tangis mereka?
Hanya kekecewaanlah yang akan
menantikan di penghujung
perjalananmu Orpheus, karena itu
urungkanlah niatmu! Mari kuantar
kau kembali ke atas sana." Tetapi
keteguhan hati Orpheus tak
tergoyahkan. "Antarkan aku
menghadap Pluto Penguasa
Hades!" adalah jawaban Orpheus
kepada. Ada sesuatu dalam
suaranya yang membuat berdiam
diri sejenak sebelum kemudian
maju memimpin langkah-langkah
Orpheus menuju Hades.

Akhirnya setelah berjam-jam
menembus kesenyapan dan
kegelapan di sekeliling mereka,
tibalah mereka di tepian Sungai
Styx, sungai suci yang harus
diseberangi para jiwa agar sampai
di Hades. Terdengar bunyi
gemercik air yang jatuh di atas
bebatuan. Dari jauh tampak sosok
kurus Charon, dewa yang bertugas
menyeberangkan jiwa-jiwa,
menepikan perahunya. Mulanya
dia menolak menyeberangkan
Orpheus karena Orpheus adalah
makhluk hidup yang tidak boleh
masuk ke dalam kegelapan Hades.
"Tidak tahukah bahwa aku hanya
membawa jiwa-jiwa saja
menyeberangi sungai ini dengan
perahuku? Kau makhluk fana yang
berdaging dan berdarah pulanglah!
Tunggulah giliranmu mati untuk
kuseberangkan ke sana!"
Orpheus hanya terdiam, kemudian
disapukannya jari-jarinya pada
dawai-dawai liranya. Ting-a ling-a-
ling! Suara yang demikian jernih
bergema di kesunyian Hades. Mata
Charon terbelalak takjub
mendengarkan nada-nada
mempesona yang belum pernah
didengarnya sebelumnya. "Suara
apa ini?" tanyanya.

Orpheus
melangkahkan kakinya dengan
mantap menaiki perahu sambil
terus memainkan liranya diikuti
olehnya.
Charon terus mendengarkan nada-
nada indah yang mempesonakan
dirinya, sehingga kemudian tanpa
disadarinya direngkuhnya dayung.
Dan perahu tersebut meluncur di
atas permukaan sungai suci yang
tenang tersebut sampai ke
seberang, di depan gerbang Hades.
Hal yang sama terjadi pada
Cerberus. Anjing penjaga gerbang
Hades, yang termashyur karena
kegarangannya terhadap makhluk
yang mencoba memasuki atau jiwa-
jiwa yang berusaha keluar dari
Hades, tersebut demikian terbuai
oleh musik Orpheus sehingga
mengizinkannya lewat...
Di Hades,  Orpheus menjumpai
pemandangan yang suram tak
menyenangkan. Tampak olehnya
jiwa-jiwa berbaris menunggu
keputusan dijatuhkan oleh Justitia,
dewi keadilan, dan Hakim-hakim
Hades bagi mereka apakah mereka
harus melanjutkan hidup di
Tartarus (neraka) atau di Padang
Elysium (surga) sesuai dengan
perbuatan mereka semasa hidup.
Duduk di atas tahta Hades yang
bertatahkan batu-batu mulia Pluto,
penguasa Hades yang keras hati,
dewa yang ditakuti setiap makhluk
hidup.
Di sampingnya duduk Proserpine,
ratu Hades sendiri. Di sekeliling
mereka berdirilah tiga Fury atau
Eumenides: Tisiphone, Megaera,
dan Alecto, yaitu dewi-dewi
pembalasan yang bertugas
menghukum jiwa-jiwa yang semasa
hidupnya berbuat jahat. Wajah
Pluto yang sudah menakutkan
tersebut tampak lebih seram ketika
dilihatnya datang beserta Orpheus.
"siapakah makhluk kurang ajar ini
yang merasa dunia berada dalam
genggaman tangannya sehingga
tanpa menyayangkan hidupnya
sendiri berani datang kemari, ke
kerajaan orang-orang matiku?"
geram Pluto kepada Mercury.
Segera Orpheus menjelaskan siapa
dirinya dan maksud
kedatangannya. "Penguasa Hades
yang agung, aku Orpheus, putra
Apollo dari Calliope, datang kemari
untuk menjemput jiwa istriku.",
"Peri hutan Eurydice. Kami hidup
berbahagia di atas sana sampai
pada hari saat takdir kejam
merenggutnya dari sisiku. Kini aku
memohon kemurahan hatimu agar
bersedia mengembalikan jiwa
Eurydice pada kehidupan. Sebab
kurasakan terlalu singkat
kebahagiaan yang telah kami
nikmati, terlampau pendek hari-
hari yang telah kami jalani
bersama."

"Lancang! Kesombongan macam
apa yang kau pertontonkan di
hadapanku ini? Tak tahukah kau
bahkan Jupiter Penguasa Semesta,
sendiri enggan untuk meminta
padaku mengembalikan jiwa orang
yang telah mati kembali pada
kehidupan? Dan kau! Atas nama
siapa yang telah membuatmu
berani mengajukan permohonan
yang mustahil ini?"
"Atas nama Cinta yang telah
melahirkan kehidupan, yang
kuasanya mencakupi seluruh
makhluk dan mengatasi kita semua,
bahkan para dewa-dewi. Atas
namanyalah aku datang kemari
dan berdiri memohon di
hadapanmu."
"Cinta!" ujar Plutodingin, "untuk
apa kaubawa-bawa Cinta dalam hal
ini? Apa urusannya Cinta dengan
orang-orang mati? Terangkan
padaku, Orpheus, apa arti Cinta!"
"Penguasa Hades yang agung,
sungguh aku tak pernah
berkehendak mengguruimu tentang
makna Cinta, tetapi dengarlah apa
arti cintaku pada Eurydice! Panjang
jarak yang harus kutempuh kemari,
bukannya sedikit bahaya yang
menghadang di perjalananku,
Sungai Styx telah kuseberangi, dan
Cerberus kuhadapi. Segala derita
kutanggung dan susah payah
kuabaikan hanya dengan harapan
agar Eurydice boleh kembali ke
sisiku. Dialah belahan jiwaku dan
pangkal kebahagiaan hidupku. Jika
ini tak layak disebut Cinta, maka
aku tak tahu lagi apa yang
dimaksud dengan Cinta."

Orpheus menyampaikan semua hal
tersebut dalam nyanyian diiringi
petikan dawai-dawai liranya. Dalam
sekejap semua makhluk di Hades
terdiam. Tak ada satupun yang
bersuara.

Semuanya seakan terbius
oleh permainan lira Orpheus dan
suaranya yang mengalun merdu.
Pluto sendiri, yang telinganya
terbiasa oleh ratapan jiwa-jiwa
yang menangisi orang-orang yang
mereka tinggalkan, tersentuh
hatinya oleh nyanyian Orpheus.
Terlebih-lebih bagi Proserpine
yang juga merupakan dewi musim
semi. Nyanyian tersebut menembus
jiwanya. Teringat olehnya hari-hari
bahagianya di atas sana sebelum
diperistri Pluto. Teringat olehnya
akan hangatnya sinar matahari,
akan kicau burung yang merdu,
gemercik air sungai yang sebening
kristal dalam perjalanannya
menuju ke hilir, dan akan
pasangan-pasangan kekasih yang
berlarian di padang bunga yang
bermandikan cahaya matahari yang
keemasan, sehingga tanpa disadari
air matanya telah berderai
membasahi pipinya.
"Orpheus, oh, Orpheus! Kasih!"
tiba-tiba terdengar satu suara
menyeruak keheningan di antara
yang hadir...

Nyanyian Orpheus terhenti. Dari
barisan para jiwa muncullah
Eurydice yang segera berlari
mendapatkan kekasihnya. Orpheus
berusaha merengkuh bayangan
Eurydice dalam pelukannya.
Namun karena sebagai jiwa
Eurydice tak dapat disentuh
makhluk hidup, akhirnya mereka
hanya dapat saling memandang ke
dalam mata mereka yang penuh
kerinduan akan satu sama lain.
Semua yang hadir terkejut campur
cemas menyaksikan hukum yang
telah digariskan dewata dilanggar.
Yang mati bersatu dengan yang
hidup. Tak ada yang dapat
membayangkan kemurkaan Pluto
penguasa Hades dan hukuman
yang akan dijatuhkannya.

Mercury buru-buru, memisahkan
Eurydice dari Orpheus. Pluto
penguasa Hades terdiam
menyaksikan adegan tersebut.
Namun hanya sekejap. Ketika
dilihatnya air mata mengalir di
wajah Proserpine hatinya yang
keras pun melunak. Dia bangkit
dari tahtanya dan dengan suara
berat bersumpah akan
mengabulkan apapun permohonan
Orpheus.

"Demi air Sungai Styx yang
mengalir di kerajaan ini, katakan
kepadaku apa yang kau kehendaki,
dan aku akan memberikannya
kepadamu!" Orpheus memohon
agar jiwa Eurydice boleh kembali
bersamanya ke dunia untuk
melanjutkan hari-hari bahagia
mereka. "Penguasa Hades yang
agung, semoga kau mengizinkan
Eurydice kembali bersamaku ke
atas sana melanjutkan hari-hari
penuh cinta kami.

Tak kuasa aku membayangkan dia
harus berada di tempat ini tanpa
diriku atau aku di atas sana tanpa
dirinya. Biarkan dia kembali agar
aku boleh menghayati lagi
kebahagiaan yang ditimbulkan oleh
cintanya dan dia oleh cintaku. Bila
hal ini tidaklah mungkin, semoga
engkau berbelas kasih mengizinkan
aku tinggal di sini di sisinya."
"Biarlah terjadi seperti
kehendakmu Orpheus. Tetapi
sebagaimana aku menepati
sumpahku, kau juga harus berjanji
padaku untuk memenuhi syarat
yang kuberikan," kata Pluto.
"Katakan saja, Penguasa Hades
yang agung! Bersama Eurydice di
sampingku, tak ada syarat yang
terlalu berat untuk kujalani ."
Kemudian Pluto bersabda, "Biarlah
jiwa Eurydice berjalan mengikutimu
kembali ke dunia atas sana.
Namun pantang bagimu menengok
ke belakang, ke arahnya, selama
kau berada dalam kegelapan
Hades. Jika syarat ini kau langgar,
maka Eurydice akan kembali
berada di sini, di antara jiwa-jiwa
yang lain, saat itu juga.

Orpheus menyanggupi syarat yang
tampaknya ringan tersebut.
Kemudian pasangan kekasih
tersebut meninggalkan Hades.
Gerbang Hades yang dijaga
Cerberus telah mereka lewati,
demikian pula Sungai Styx telah
mereka seberangi. Sejauh itu
Orpheus sanggup menahan diri
untuk tidak menengok ke belakang.
Namun semakin jauh mereka
meninggalkan kegelapan di
belakang, semakin gelisahlah hati
Orpheus diusik keragu-raguan.

Apakah jiwa Eurydice
mengikutinya? Apakah raungan
Cerberus tidak membuat gentar
jiwa Eurydice melangkah keluar
dari gerbang Hades? Apakah
Charon tidak menolak
menyeberangkan jiwa Eurydice? Oh
dewa! Kalau saja dia boleh yakin
bahwa Eurydice ada bersamanya.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut
mengusik batin Orpheus. Semakin
jauh langkahnya menuju terang,
semakin gelaplah pikirannya.
Akhirnya, tak tahan oleh keragu-
raguan yang mengusik hatinya,
Orpheus melanggar syarat yang
diberikan oleh penguasa Hades.
Dia menoleh ke belakang untuk
melihat jiwa Eurydice.
"...pantang bagimu menengok ke
belakang, ke arahnya, selama kau
berada dalam kegelapan Hades...."
Maka... "Orpheus, ah, Orpheus!
Ketidaksabaranmukah? Keragu-
raguanmukah? Atau takdir
kejamkah yang mengkhianati cinta
kita dan membuatmu melanggar
syarat yang telah diberikan
padamu atas kesempatan bagi kita
untuk bersatu kembali? Kuulurkan
tanganku padamu namun kutahu
aku tak mungkin lagi menjadi
milikmu di dunia atas sana?" desah
jiwa Eurydice memilukan.
Dan Orpheus melihat bayangan
Eurydice memudar dalam
kegelapan Hades. Sia-sia
lengannya terulur mencoba
menggapai jiwa Eurydice.

Bayangan
Eurydice telah sirna. Dia berlari
kembali mencoba mengejarnya.
Sampai di tepian Sungai Styx dia
memohon dengan ratapan pada
Charon agar bersedia
menyeberangkannya. Namun
kesempatan kedua tak pernah ada
bagi Orpheus. Charon menulikan
telinganya terhadap permohonan
Orpheus.
Akhirnya karena lelah meratap dan
memohon Orpheus kembali ke
tempatnya kehilangan Eurydice
untuk kedua kalinya. Sungguh
kehilangan yang sekali ini lebih
berat dirasanya daripada
kehilangan yang pertama. Dan
sungguh ironis! Ditemukannya
liranya menggeletak hanya dua
langkah dari tempat yang disinari
matahari.

Orpheus kembali ke dunianya.
Hari-harinya dijalaninya dengan
murung dan penuh duka. Tak ada
lagi yang mampu mengembalikan
gairah hidupnya. Bahkan bayangan
Eurydice pun tak mampu
membuatnya bersemangat kembali,
karena dia tahu betapa sia-sia
mengharapkan kemurahan dewata
agar Eurydice kembali ke sisinya.
Dia memutuskan untuk tidak
kembali ke Thrace melainkan
mengembara membawa luka di
hatinya. Seolah ingin
disuarakannya kepedihan hatinya
dan ketidakadilan dewata
terhadapnya ke seluruh pelosok
dunia. Dan dawai-dawai liranya
pun tak pernah lagi mengalunkan
lagu suka.

Suatu ketika tibalah Orpheus di
suatu desa yang sedang merayakan
festival untuk menghormati
Bacchus, dewa anggur dan
keriangan. Para wanita yang hadir
dalam festival tersebut membujuk
Orpheus agar memainkan liranya
untuk mengiringi hymne suci bagi
Bacchus.
Dalam dukanya Orpheus menolak.
Rupanya penolakan tersebut
menimbulkan amarah bagi wanita-
wanita pemuja Bacchus. Dalam
keadaan mabuk oleh anggur yang
mereka minum dalam festival,
mereka menyerang Orpheus
dengan golok dan sabit dan
mencabik-cabiknya beramai-ramai.
Terlalu berat dibebani duka di
hatinya Orpheus tidak berusaha
melawan.
Ketika sadar para wanita tersebut
terkejut dengan apa yang telah
mereka perbuat. Namun terlambat!
Orpheus telah mereka bunuh.
Kepalanya hanyut dibawa arus
Sungai Hebrus sementara bibirnya
masih terus menggumamkan
sebuah nama. Nama yang hidup
abadi dalam hatinya, Eurydice.
Para peri yang menemukan kepala
Orpheus kemudian
menguburkannya di Libethra di
lereng Olympus.
Di sana burung-burung penyanyi
berkicau lebih merdu daripada
burung-burung di tempat lain
sejak saat itu. Jiwa Orpheus yang
meninggalkan tubuhnya meluncur
ke kegelapan Hades. Di sana
jiwanya bertemu dan bersatu
dengan jiwa Eurydice.
Meskipun kegembiraan dan
keceriaan tak dikenal di Hades
yang suram, namun jiwa Orpheus
berbahagia dengan jiwa Eurydice,
sebab cinta mereka telah
mengalahkan maut itu sendiri.
Dan lira Orpheus? Lira tersebut
terbawa ombak sampai ke Pulau
Lesbos dan terdampar di
pantainya. Berhari-hari bahkan
berbulan-bulan alat musik itu
tergeletak di sana.
Ketika debur ombak terus
menyentuh dawai-dawainya dengan
berirama, terciptalah melodi-
melodi indah yang mengalun
sampai ke telinga Apollo yang lalu
memungut lira putranya tersebut
dan meletakkannya di angkasa, di
antara bintang-bintang, menjadi
rasi bintang Lira.
Setelah kemegahan dan kemulian
kedua bangsa tersebut berlalu,
maka dongeng-dongeng itu di
anggap cerita bohong yang
bersumber dari khayalan dan
keraguan saja. Dongeng-dongeng
itu kini tidak lebih dari mimpi-
mimpi yang tercipta oleh bayang-
bayang lamunan manusia.

Minggu, 23 Juni 2013

Andai

Andai bulan tahu...
Dapatkah ia sampaikan padanya
Bahwa ada sesosok asa yang meminta perhatiannya?

Andai angin mendengar...
Dapatkah ia berbisik padanya
Bahwa ada kalimat tertahan dibibirku
Tuk katakan ' aku mencintaimu'

Andai hujan memahami...
Dapatkah ia memberitahukannya?
Bahwa ada seonggok rindu
Melebihi tetesan embun dipagi hari untuknya

Andai sinar mentari melihat...
Dapatkah ia menyentuhnya?
Dan menyampaikan
Bahwa ada kasih yang begitu menginginkannya

Minggu, 02 Juni 2013

Seperti Kamu

Seperti kabut pagi yang mendekapku
dalam dingin..
Dan mengeluarkan bisikan seperti
rintihan berkepanjangan

Seperti angin yang tiba-tiba menyapa
relung jiwaku
Lalu pergi dengan meninggalkan
sayatan yang menyakitkan

Seperti air yang tenag di Hulu dan
Hilirnya
Namun menghanyutkan dan
menenggelamkanku

Seperti Cahaya yang menerobos
dalam kulit-kulit syarafku
Kemudian mengendap memberikan
selaksa luka tak bertepi
Seperti itulah

Dirimu…

By: Amalia Marina

Kamu

Derap langkah kebersamaanku denganmu
Membuatku ingin memutuskan waktu
Kau disisiku, benar dan nyata
Tapi kekuasaanku seolah tak ada

Dapatkah kau merasakannya?
Saat hatiku berguman agar kau menyadari
Arti tatapanku bukan sekedar sorot
Tapi ada makna yang kucoba sampaikan

Aku ingat semalam
Saat aku memimpikanmu
Aku mulai memahami...
Bahwa kamu hanyalah sebuah mimpi

Dan aku harus bangun dari mimpiku
Mimpi yang takkan pernah bersatu
Dalam nyata
Bahkan dalam kenyataan dan kesadaran yang ada

By:Amalia Marina

Senin, 20 Mei 2013

Entahlah

Bersama dengan hembusan nafas
Mengalun bebas
Meraga tanpa batas
Kau terlepas

Relakan...
Jika itu hanya buatku terabaikan
Bukan karena ketidakmampuan
Atau kelemahan, tapi untuk ku sangsikan

Rasa itu hanya sementara
Seperti awan yang tergantung diangkasa
Terbawa angin menghilang... berkelana
Lalu lenyap saat hujan mengusirnya

Kau tak mengerti
Bukan karena kau tak memahami
Tapi, karena kau tak mau untuk memahami
Dan tak mau untuk meyakini

By: Amalia Marina a.k.a Rin

Sabtu, 11 Mei 2013

Maksud

By: Amalia Marina a.k.a Rin

Lara memenggal dikuncup nyata
Tatkala putih tenggelam termakan gelap
Laksana nanah yang ditintakan
Maksudmu berubah jadi muram

Meminta bukanlah tanya
Tapi kepastian berselimut janji
Yang terjalin lewat laksana

Kau berhenti
Maka rasa akan mengembun
Menguap lagi
Dan terbang menghilang dibawa merpati

Senin, 15 April 2013

Miura Haruma

Ehkemmm, kayaknya Rin lagi labil... belakangan suka ganti2 yang disuka >___< Sebenarnya Rin udah suka sama Onni-chan Miu sudah lama, pertama kali liat di Kimi Ni To Doke (From Me To You) dan hari ini, tanggal 15 April 2013 Rin baru nyadar kalo dia main di KOIZORA TToTT

itu juga Rin baru nonton Film-nya dan sumpah... nyesek sampe ke ulu hati, Hiroki Sakurai bikin Rin-chan kejer dikasur TTwTT

dan tadaaaaahhh,dengan bangganya Rin-chan menambakan dia ke list cowok jepang yang masuk daftar calon kekasih Rin Chan suatu hari nanti ^^   ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ, perbedaan umur kami cuma 5 tahun... huhuhuhu ^3^

Dan oleh sebab itulah Rin-chan mau bagi2 Bio Onnie Miura

Check It Out Now :)

Biodata:
Name: 三浦春 馬
Name (romaji) : Miura Haruma
Profession: Actor and singer
Birthdate: 1990- Apr-05
Birthplace: Ibaraki, Japan
Height: 178cm
Weight: 63kg
Star sign: Aries
Blood type: AB
Talent agency: Amuse

Perjalanan Karir
Miura melakukan debut pertama
kali dalam drama NHK "Agri" ,
ketika ia berusia tujuh tahun. Dia
tergabung dlm Studio Aktor
Tsukuba dan selama ia berakting,
dibentuklah Brash Brats dengan
dua anggota lain. Ketika Studio
Aktor Tsukuba ditutup, Miura dan
rekan-rekan grupnya bergabung
ke agensi Amuse. Miura segera
mendapat tawaran beberapa
drama seperti Fight. Saat Brash
Brats hiatus, Miura melanjutkan
karir aktingnya.

Dia berperan dalam film Koizora,
yang diadaptasi dari novel ponsel
populer. Film ini dirilis pada
musim gugur tahun 2007. Pada
tahun yang sama, ia berperan
dalam film Negative Happy
Chainsaw Edge yang dibintangi
oleh Hayato Ichihara.
Pada tahun 2008, ia membintangi
Naoko bersama Juri Ueno dan
memenangkan Prix Sponichi
Newcomer Award di Mainichi
Film Awards ke-63 pada tahun
2009. Ia juga diberi penghargaan
pendatang baru di Academy
Awards 31 Jepang pada tanggal 15
Februari 2008.

Miura kemudian membintangi
drama seperti Binbō Danshi dan
Gokusen season ketiga sebagai
Kazama, popularitas-nya semakin
meningkat selama 2008 sehingga
menyebabkan dia mendapatkan
peran utama sebagai Takagi
Fujimaru di drama bloody
monday , di mana ia memainkan
peran seorang hacker jenius yang
mencoba mencegah pelepasan
virus biologis dari sebuah
organisasi teroris. Dalam drama
ini, ia bermain bersama
sahabatnya yg juga rekan 1
agency nya yaitu Satoh Takeru
(Kenshin).

Pada bulan Februari 2009, ia
menjadi kandidat salah satu
penerima penghargaan pendatang
baru di 2009 Elan d'or Awards.
Miura membintangi Crows Zero
II, yang merupakan sekuel Crows
Zero dan bertemu kembali
dengan aktor Shun Oguri dimana
sebelumnya mereka bermain
bersama dalam drama Binbō
Danshi. Sebuah film Gokusen
dirilis pada bulan Juli, di mana
Miura kembali dengan perannya
sebagai Kazama Ren. Dari 20 Juni
2009 hingga 26 Juli 2009, Miura
membintangi produksi tahap
pertama yang berjudul Hoshi no
Namida ni Furu Daichi . Pada
tanggal 2 September 2009, Miura
memainkan peran utama dalam
drama NTV Samurai High School .
Pada awal 2011 dua drama Miura
pun tayang, pada Taisetsu, ia
berperan sebagai guru Idola, pada
Hiwa Mata Noboru ia berperan
sebagai polisi training.

Daftar Dorama yang dibintangi
oleh Miura:
Hi wa Mata Noboru (TV Asahi,
2011)
Taisetsu na Koto wa Subete Kimi
ga Oshiete Kureta as Shuji (Fuji
TV, 2011)
Bloody Monday 2 as Takagi
Fujimaru (TBS, 2010)
Samurai High School as
Mochizuki Kotaro (NTV, 2009)
Gokusen 3 SP as Kazama Ren
(NTV, 2009)
Bloody Monday as Takagi
Fujimaru (TBS, 2008)
Galileo: Episode Zero as young
Manabu (Fuji TV, 2008)
Gokusen 3 as Kazama Ren (NTV,
2008)
Binbo Danshi as Shiraishi Ryo
(NTV, 2008)
14 Sai no Haha as Kirino Satoshi
(NTV, 2006)
Children (WOWOW, 2006)
Komyo ga Tsuji (NHK, 2006)
Unfair (Fuji TV, 2006)
Ima Ai ni Yukimasu (TBS, 2005)
Fight as Okabe Kiyoshi (NHK,
2005)
Division 1 Aozora Koi Hoshi (Fuji
TV, 2005)
Musashi as Jotaro (NHK, 2003)
Manatsu no Merry Christmas
(TBS, 2000)
Ugly as Shoutarou (NKH, 1997)
Doyo Wide Gekijo as Ichitaro
Wakui as Young Ryo Kinoshita (TV
Asahi, 1995)

Movie yang dibintanginya:
Tokyo Park as Koji
Kimi ni Todoke / From Me To You
as Shota Kazehaya (2010)
Gokusen: The Movie as Kazama
Ren (2009)
Crows ZERO II as Tatsuya Bito
(2009)
Naoko as Yosuke Iki(2008)
Negative Happy Chainsaw Edge as
Noto (2007 )
Koizora as Hiro(2007 )
Akihabara@Deep as Izumu as
Taiyou Sasaki (2006)
Catch A Wave (2006)
Mori no Gakko (2002)
Sennen no Koi - Hikaru Genji
Monogatari (TOEI, 2002)
Nile (TOEI, 1999)
Jubaku Spellbound (TOEI, 1999)

Jpop grup : brash brats

Selain itu, Miu-chan juga
membintangi beberapa Iklan,
yaitu:
REGZA Phone IS04 (2011)
Ajinomoto’ s Knorr Cup Soup
(2010)
Monster Hunter Portable 3rd
(2010)
O~i Ocha New Tea 「いっき に芽
吹 く」 (2010)
Crymson 「RUSS- K」 (2010)
JR east Japan Railway Company
「MY FIRST AOMORI」
Campaign (2010)
CASIO Computer 「EXILIM」
(2009 )
Shiseido 「Uno FOG BAR」 (2009)
FACIL Contact Lens (2009)
Tokyo- Mitsubishi UFJ Bank
(2009)
Puchi - Campaign (2009)
Puchi - Arubaito (2009)
Ito En - O~i Ocha New Tea
(2009)
Bourbon - Puchishirizu Part 2
(2009 )
Puchi (2008)
Sega Amusement Image Character
(2008)
Bourbon - Puchishirizu (2008)
Ito En - O~i Ocha (2008)
Circle K Sunkus - Funwari
Sandwich (2006)
Benesse Corporation (2005)

Awards
"Rookie of the Year" - 2009 Elan
D’or Award - February 5,
2009
"Rookie of the Year" - 2008
(31st ) Japan Academy Prize -
February 15, 2008
Miu-chan juga merilis beberapa
Photobooks:
Tabun (たぶ ん ? ) (2007)
Letters (2008)
Switch (2010)

Theater Yang pernah
dimainkan oleh Miu-chan:
Hoshi No Daichi Ni Furu Namida
(星の 大地に 降る涙 ? ) (2009)
Dari riwayat karir nya Miura
terbilang Idols Jepang berbakat,
karena hampir semua Drama/
Movie nya menarik perhatian
netizen baik secara cerita maupun
akting nya

Minggu, 07 April 2013

April, 5th 2013 (@ 06:07 PM)

Ada udara dingin yang mengintip dibalik ventilasi
Lambaian nyiur kelapa dari kejauhan
Tertimpa sinar lampu ke oranye-an
Aku ada... Diantara hampa dan tiada
Dibelah cinta dan dusta
Seperti hembusan dingin bumi
Menyeka kalbu yang tak berujung
Atau seperti tetesan tangis si kecil
Yang kemudian terlelap dicumbui sang bunda
Aku kelam...
Terlelap dalam panjang kesendirian
Tak bertepi...
Tak dimengerti...
Dan tak pernah mau untuk mengasihi
Seperti kamu yang hanya paham untuk dicintai
Seperti kamu yang hanya paham arti diberi

------------------------------------------
**************************
------------------------------------------

Aku duduk terdiam
Termenungku...
Aku menghela nafas
Memejamkan dua hazelku

Ada sesuatu
Seperti tetesan embun kerinduan yang menyedihkan
Atau seperti tawa merdu setan dalam kemenangan

Kemana asa menganga menyergap cita
Kemana cinta berlari menghadang dusta
Semuanya tipu muslihat
Ketika kau berkata ada

Karena kenyataannya
Semua tiada...
Kamu...
Aku...
Dan rasa itu...

Telah menghilang disergap senja
Membeku didinginnya sikapmu
Dan melebur dipecah sinar elektrikku

By: Amalia Marina

초광린

Selasa, 02 April 2013

Lee Hi - Rose

"Cinta Pada Pandangan pertama"

itulah kalimat yang cocok buat ngegambarin perasaan gue waktu liat MV ini. Konsep, Lagu, Lirik semuanya TOP BANGET deh :)

paling suka kalo liat MV dengan konsep bunga mawar penuh mistis, ditambah sama serigala putih dan make up Lee Hi 언니  yang keliatan kayak vampire, MV ini tuh misterus banget :)

Check It Out the lyric

ROMANIZATION

Nae sarangeun saeppalgan rose
Jigeumeun areumdapgetjiman
Nalkaroun gasiro neol apeuge
halgeol
Nae sarangeun saeppalgan rose
Geurae nan hyanggiropgetjiman
Gakkai halsurok neol dachige
halgeol
Geureon gabyeoun nunbicheuro
nal chyeodaboji marajwoyo
Hamburo sarangeul swipge
yaegihajima
Nae mameul gatgo sipdamyeon
nae apeumdo gajyeoya haeyo
Eonjenga bandeusi gasie jjillil
tenikka
Nal neomu mitjima
Neon nal ajik jal molla
So just run away run away
I said ooh ooh ooh
Nal saranghajima
Neon nal ajik jal molla
I said run away just run away
Dagaojima
Nae sarangeun saeppalgan rose
Jigeumeun areumdapgetjiman
Nalkaroun gasiro neol apeuge
halgeol
Nae sarangeun saeppalgan rose
Geurae nan hyanggiropgetjiman
Gakkai halsurok neol dachige
halgeol
Jasingame chan ni moseubi
Nae nunen geujeo ansseureowo
Nal hyanghan ssikssikhan
balgeoreumi
Oneulttara chorahae boyeo
Gamjeong, sachiya naegen
Sarang, jipchagui best friend
So run away just run away
Cuz you and i must come to an
end
Every rose has its thorn
Every rose has its thorn
Every rose has its thorn
Nal neomu mitjima
Neon nal ajik jal molla
So just run away run away
I said ooh ooh ooh
Nal saranghajima
Neon nal ajik jal molla
I said run away just run away
Dagaojima
Nae sarangeun saeppalgan rose
Jigeumeun areumdapgetjiman
Nalkaroun gasiro neol apeuge
halgeol
Nae sarangeun saeppalgan rose
Geurae nan hyanggiropgetjiman
Gakkai halsurok neol dachige
halgeol

INDONESIAN TRANSLATION

Cintaku seperti bunga mawar
merah
Mungkin indah sekarang
Tetapi duri tajamku akan
menyakitimu
Cintaku seperti bunga mawar
merah
Ya, aku mungkin harum
Tetapi semakin kamu mendekat,
semakin aku akan menyakitimu
Jangan melihatku dengan lirikan
itu
Jangan bicara cinta dengan
mudah
Jika kamu menginginkan hatiku,
kamu butuh mengambil sakitku
juga
Karena kamu akan tertusuk oleh
duriku suatu hari nanti
Jangan terlalu percaya padaku
Kamu belum tahu aku dengan
baik
So just run away run away
I said ooh ooh ooh
Jangan cintai aku
Kamu belum tahu aku dengan
baik
I said run away just run away
Jangan datang padaku
Cintaku seperti bunga mawar
merah
Mungkin indah sekarang
Tetapi duri tajamku akan
menyakitimu
Cintaku seperti bunga mawar
merah
Ya, aku mungkin harum
Tetapi semakin kamu mendekat,
semakin aku akan menyakitimu
Melihat kepercayaan dirimu
membuatku merasa sangat buruk
terhadapmu
Langkah kaki percaya dirimu
kearahku terlihat sangat
menyedihkan hari ini
Emosi? Itu adalah sebuah
keborosan bagiku
Cinta? Itu adalah teman terbaik
obsesi
So run away just run away
Cuz you and I must come to an
end
Every rose has its thorn
Every rose has its thorn
Every rose has its thorn
Jangan terlalu percaya padaku
Kamu belum tahu aku dengan
baik
So just run away run away
I said ooh ooh ooh
Jangan cintai aku
Kamu belum tahu aku dengan
baik
I said run away just run away
Jangan datang padaku
Cintaku seperti bunga mawar
merah
Mungkin indah sekarang
Tetapi duri tajamku akan
menyakitimu
Cintaku seperti bunga mawar
merah
Ya, aku mungkin harum
Tetapi semakin kamu mendekat,
semakin aku akan menyakitimu

Credit :
Romanization : kpoplyrics.net
Indonesian Translation :
indotranslyrics.blogspot.com
Thanks to : popgasa.com

Lee Hi Rose

Senin, 01 April 2013

Happiness (KYUMIN Genderswitch)

HAPPINESS

By: Champion Rin

Cast: Lee Sungmin
Cho Kyuhyun and other

Genre: GS, Hurt/Comfort(?)

WARNING: TYPO(S)

NB: yang di BLOD itu adalah
mimpinya Kyuhyun araseo?!

On my way back from leaving
you
I’ll forget you, I’ll erase you, my
burnt and blackened love.

Aroma mawar, aster, lily dan
anggrek terasa memenuhi
hidungku, aku menarik nafas
rindu sambil merasakan sinar
mentari yang hangat
menyentuh , menggelitik diujung
kulit hingga aku hanya mampu
tergugu akan sinarnya yang
kemayu membelaiku, langkahku
pelan mengayun, berjinjit
menatap kesekeliling sambil
menuruni anak tangga, mataku
terpaku dengan sulur-sulur yang
ditumbuhi dedaunan hijau juga
bunga-bunga yang tak kalah
berwarna-warni menghiasi,
warnanya bagai pelangi selepas
hujan menghujam bumi.

Dan aku pun tersenyum
menatapnya yang tengah
terduduk disalah satu kursi dekat
pohon anggrek berwarna biru
langit.

Cantik…

Dia memakai gaun putih pendek
polos dan sebuah bando yang
terbuat dari rangkaian bunga-
bunga, tangannya bermain
dengan kupu-kupu yang hinggap
dijemari lentiknya,
Bibirku tertarik hingga
menghasilkan sebuah lengkungan
senyum.

”Minnie…” suara serakku
menggema disetiap sudut
ruangan, membuat kupu-kupu
cantik yang barusan bermain
dengannya terbang bebas
meninggalkan kami, berdua
bersama dengan sekumpulan
bunga-bunga cantik yang penuh
warna, dia berbalik dan
menatapku pasi, wajahnya yang
damai membuatku tersenyum,
detak jantungku berpacu lebih
cepat dari biasanya, membuat
desiran hebat melanda aliran
darahku, memaksaku mendera
gugup yang tiada terkira.

Langkah kakiku berhenti tepat
didepan tubuhnya yang terduduk,
lalu aku kembali tersenyum
ketika mata sesejuk embun itu
menatapku intens, tidak ada
senyuman ataupun tatapan sinis,
dia hanya diam tanpa ekspresi
seperti sebuah mannequin yang
dipajang didepan toko.
Manis…

Wajahnya mengingatkanku pada
permen milky.

“Minnie…” aku kembali
menggumankan namanya sambil
berusaha mengelus pipinya yang
lembut, tapi belum sempat
jemariku menyentuh pipi tirus
itu,dia menghindar, dia
memalingkan wajahnya,
membuatku bergetar menahan
takut... sebuah ketakutan akan
kehilangan yang membelengguku
selama ini.

Tangannya yang seputih susu itu
terulur untuk mengambil
tanganku, dia menatapku dari
sudut matanya sejenak, lalu
sebuah cincin telah berpindah
tangan darinya kepadaku.

“Ini…”

Aku berguman perih, dia tidak
menggubris lirihan sedihku…
tubuhnya telah berdiri sempurna
dan dia mulai menapaki
langkahnya … menghilang
meninggalkanku yang tengah
mematung menatap cincin
berwarna perak tersebut. Mataku
terpejam, aroma bunga-bunga itu
masih tercium dirongga
hidungku, kehangatan sinar
mentari pun masih dapat
kurasakan membelai wajahku,
tapi dia… dia menghilang dan
meninggalkanku.

Aku menangis…
bukan karena dia
meninggalkanku, tapi… aku
menangis karena aku tidak
mampu mengejarnya.

I’m getting farther away from
you, you’re disappearing
Don’t easily forget me, because
it’ll hurt too much
                   
                        ***

Aku membelai ilalang, merasakan
jantungku berdentum normal
ketika sinar mentari masih tak
bosan menghujaniku dengan
kehangatannya. Angin masih
manja, mengadu lewat
desirannya yang mendesis
ditelinga.

Kulitmu bahkan lebih halus
dibanding ilalang ini.
Senyummu bahkan lebih hangat
dibandingkan sinar mentari hari
ini.
Dan kau bahkan lebih menawan
ketika merajuk dibandingkan
angin yang kuhela saat ini

Aku tersenyum dan menatap
bunga mawar yang kupegang,
hanya sekuntum dan itu
mengingatkanku padanya, pada
gadis bunga itu… Lee Sungmin.
Kenangan yang tak terulanglah
yang membuatku terpuruk…
pertemuan, mencintainya,
merasakan detak jantungnya
saat ia memelukku, mencium bau
mawar dari tubuhnya, membelai
rambutnya, merasakan manis
bibirnya… aku tidak pernah
menyesali itu.

Sekalipun hujan itu dingin dan
berangin… Hujan adalah
anugerah dari Tuhan yang
diberikan untuk kita semua.
Sekalipun ini menyakitkan dan
menyedihkan, satu moment
dimana hanya ada kami dan
dunia kami… itulah masa-masa
terindah yang Tuhan berikan
untukku dan mungkin, untuknya
juga.

Aku kembali berjalan, merasakan
desahan angin yang bersahutan
mengejek rasaku, tidak peduli…
aku terus menapaki jalanku,
membuatku melangkah dengan
kehendak yang tiada menentu,
kini aku melewati dahan-dahan
pohon yang mengait satu sama
lain seperti dua tangan yang
saling bergandengan, terlihat
seperti terowongan rahasia yang
siap membawaku pada alam
mistis yang tak pernah
kujangkau, atau mungkin
membuatku terjatuh dalam
sebuah negeri dongeng dimana
aku bisa merangkai ceritaku dan
ceritanya bersama, terlalu
berimajinasi? Tidak mengapa,
hidup berimajinasi bukanlah
suatu dosa, bahkan imajinasi bisa
menjadi suatu pencarian ilahi,
entah bagaimana aku
menjabarkannya… Imajinasi itu
rumit untuk ditebak, karena
didalamnya bukan berisi
pemahaman, imajinasi itu bebas
tanpa ikatan.

Dan kini malam,  aku kembali
tersenyum menatap puluhan
lampu kota yang terang
benderang
Sinarnya bahkan takkan
mengalahkan sinar matamu…
Aku berjalan terus, terus…
terus…dan terus,
Sampai kusadari suatu hal
selama ini, aku sendiri… tidak ada
siapapun.
Dia, orang lain atau yang lainnya.

Dan yang paling menyakitkan
akan kehilangan itu adalah
kamu…. Minnie,
Semua diduniaku mencoba untuk
sepertimu, menghiburku dengan
segala hal-hal yang
mengaitkannya dengan dirimu…
tapi aku tetap tidak bisa, aku
tidak bisa… karena kaulah yang
aku inginkan, tak bisakah kau
kembali?

Aku menangis , rasanya lubang
direlung jiwaku menganga dan
bernanah menahan nyeri. Aku
sakit bukan karena aku tidak
mampu untuk melihatmu, aku
sakit karena aku hanya bisa
berharap bertemu denganmu.

                      ***

“Kyuhyun ~~ Kyuhyun ah~~”
Leeteuk mengguncang tubuh kurus
Kyuhyun, dia begitu khawatir
menatap dongsaengnya itu
mengingau saat tidur.

“Min… jebbal, gajima…” lirihan pasti
yang membuat siapapun
pendengarnya terpaku dalam
keprihatinan, anak laki-laki ini
terlihat lusuh saat tertidur,
igauannya membuat dia terlihat
bagai manusia tak bernyawa, seperti
angin yang tak beroksigen, bagai air
yang tak menyerap sempurna dalam
tubuh, layaknya tanah yang dihujani
pukulan keras mendera.

“Ireona… Kyuhyun ah! Ireona!”
Leeteuk mengertak marah, sudah
kesekian kalinya dongsaengnya itu
seperti ini, tertidur sejenak lalu
mengigau bahkan pernah berteriak-
teriak menyedihkan, jikalau tidak
tertidur Kyuhyun akan duduk sambil
menatap bunga mawar yang
ditanamnya dipekarangan rumah.
Dia selalu seperti itu semenjak
ditinggal Sungmin, yeojachingunya
yang tewas tertabrak mobil tepat
dihari pertunangannya. Shock,
sedih, sekaligus menyesal
membentuk suatu rangkaian
perasaan yang tak menentu,
memaksanya menjadi seorang
manusia tanpa arah yang tak
berguna, menenggelamkannya pada
suatu ketidakpastian akan kenyataan
dan halusinasi, kehilangan itu tak
pernah ia anggap sebagai suatu
kenyataan melainkan ilusi meskipun
sebenarnya semua itu benarlah
adanya.

“Hyung…”

Mata kecilnya terbuka,
sembab dan merah itulah gambaran
dua bola mata Kyuhyun yang tak
sebening dulu, didalam dua orbs itu
tersimpan luka yang mendalam,
tersirat sebuah kalimat bersayat-
sayat ‘ Dia masih hidup’
selalu dan selalu itulah makna dari
tatapan sendunya.

“Lupakan… lupakan Sungmin,
Kyuhyun ah~, aku tidak bisa
melihatmu seperti ini terus, dan kau
pun tidak bisa selamanya begini…
Sungmin sudah tenang disana,
relakan dia… Tuhan memberikan
yang terbaik untuk semua umatnya,
mungkin ini menyakitkan, tapi
yakinlah… yakin bahwa keputusan
tuhan tidak pernah salah” Leeteuk
menceramahi Kyuhyun, sementara
lelaki itu seolah tidak mendengarkan
apa yang barusan dikatakan
kakaknya, dia masih dalam diam
merasakan dekapan kasat mata yang
membelenggu jiwa dan raganya
‘Dia selalu disisiku, bersamaku…’
lirihnya dalam hati dengan kedua
tangan yang memeluk tubuhnya
sendiri, untuk sejenak Kyuhyun
membisu, hingga seperti ada sebuah
arahan mistis yang menyuruhnya,
dia langsung terpaku menatap
Leeteuk .

“Aku akan mencoba…” gumanan
halus yang terlontar itu membuat
Leeteuk tersenyum puas

“Aku tahu kamu bisa saengie, kau
namja kuat.” Lanjutnya sambil
menepuk pundak Kyuhyun pelan,
Leeteuk tersenyum kembali dan
mengacak rambut Kyuhyun kasar.

“Hyung kedapur dulu mengambil
sarapanmu, kau terlihat seperti
tengkorak hidup, bersabarlah ini
tidak akan lama” Leeteuk beranjak
dari sisi ranjang yang tadi
didudukinya, dia bangkit dan
bergegas menuju dapur untuk
mengambil sup yang baru saja ia
masak untuk adiknya.

Jika aku tidak mampu
mengejarnya, maka aku akan
mencoba untuk mengejarnya.
Jika aku hanya mampu berangan
bertemu dengannya, maka aku
akan mencoba untuk membuat
kami berdua bertemu dalam
nyata…

                       ***

Mentari tersenyum lepas, burung
gereja bernyanyi keras, angin
terbang bebas dan tanah mengeras
menahan panas… sementara bunga-
bunga liar menjalar direrumputan
yang tak berparas. Seorang namja
dengan setelah jas hitam rapih dan
seorang wanita yang memakai black
mini dress disampingnya menatap
batu nisan didepan mereka dengan
tatapan merindu

“Kau bahagia bukan disana? Apakah
kau melaksanakan pernikahanmu
disana?” canda Leeteuk menatap
sebuah batu nisan bertuliskan

Cho Kyuhyun
13 Februari 20xx

“Yeobbo, kenapa kau selalu berkata
seperti itu? eiy, seharusnya Kyuhyun
yang menyindirmu begitu.” Yeoja
berambut panjang terikat itu
memanyunkan bibirnya namun
sedetik kemudian dia tersenyum
ramah saat Leeteuk mencubit
pipinya gemas.

“Calon isteriku ini...” Lirih Leeteuk
membuat Yeoja bernama Kang Sora
tersebut tergugu ditempat.

“Kyuhyun ah~~ kalau nanti
Hyungmu ini nakal, kau harus
menggentayanginya ya?” mendengar
kalimat itu, Leeteuk tersenyum lepas
lalu memeluk yeoja tersebut lembut.

“I’ll be with you….” Leeteuk
berguman pelan layaknya angin yang
mendesis

“Yongwonhi….” Dan kalimat
penjelasan itu membuat keduanya
semakin mengeratkan pelukan
mereka, tidak ingin melepaskan
kebahagaiaan yang mendera
keduanya, tidak mau menyisakan
sedetikpun moment bahagia
tersebut.

Sementara disebuah ditempat
seputih kapas tidak bernoda dan
tidak ada titik hitam didalamnya,
dua orang itu tersenyum sambil
bermain ditaman yang dipenuhi
bunga berwarna warni. Mereka
berlarian mengejar kupu-kupu,
menapaki tanah yang dibalut rumput
hijau, memeluk indahnya pelangi,
menyentuh sinar mentari dan
mencium aroma surga.
Indah….
Kebahagian itu indah, kebahagiaan
itu milik siapapun yang menyakini
keindahan…. Kebahagiaan itu, milik
siapapun yang memiliki hati dan
perasaan, juga keyakinan...

FIN
Holla~~ Yorobunnie~ akhirnya
aku kembek sama ep ep bin gaje
plus ngehe ini….
Mueheheheheeh, maklum imaji
datang nyelonong gt aja, padahal
banyak tugas… tapi ya udah,
keboro gatel…langsung aja nulis
FF ini, hope you like this, review
please…. BTW, ini terinspirasi dari
MV B1A4- TRIED TO WALK …
hehehehehehe :D

Kamis, 28 Maret 2013

Not Gone Any Longer - Sistar 19 (Romantization + Translate)


Ireohge swibge ibyeorhal jul
mollasseo
nunmuri meomchuji anha
nae yogsire chit sori itda eobtda
ne jinhan hyang giga itda eobtda
neol saranghaet dago marhago
sipeunde
ni jeonhwa gineun eobtneun beon
horo nawa
aegja soge sajine itda eobtda
ppajin meori karagi itda eobtda
amu saenggag eobsi gireul
geodneunde
jakku nunmuri nawa
niga itda eobseu nikka
sumeul swil su eobseo
gyeote eobseu nikka meomul sudo
eobseo
naneun jugeo ganeunde neoneun
jigeum eobtneunde
eobtneunde eobtneunde
niga itda eobseu nikka useul suga
eobseo
gyeote eobseu nikka mangga
jyeoman
ganeun nae moseubi
neomu sirheo nan nan
ije gidael got jocha eobseo
wae iri nan tto babogati
haruga meolge sideureo gaji
bicheul irheun kkot cheoreom
geudael irheo beorin nan geujeo
apeuda apeudaneun
mal ppunya seulpeuda nahonja
oneul bamdo ulda jamdeunda
sure chwihae
biteul georil nae moseubi silh janha
ssaugo sipeodo ssaul su jocha eobt
janha
niga eobseu nikka niga eobseu nikka
eodieda marhal got jocha eobt
janha nan
niga itda eobseu nikka
sumeul swil su eobseo
gyeote eobseu nikka meomul sudo
eobseo
naneun jugeo ganeunde neoneun
jigeum eobtneunde
eobtneunde eobtneunde
niga itda eobseu nikka useul suga
eobseo
gyeote eobseu nikka mangga
jyeoman
ganeun nae moseubi
neomu sirheo nan nan
ije gidael got jocha eobseo
niga niga niga eobseu nikka
dorawa jwo

ENGLISH TRANSLATION

I didn’t know we’d break up this
easily
The tears won’t stop
The toothbrush was here in my
bathroom but not anymore
Your thick scent was here but not
anymore
I want to tell you that I loved you
but
My number would appear as
unidentified on your phone
You were in the photo in my frame
but not anymore
The hair you shed was here but not
anymore
I walk the streets without thinking
And tears keep falling
Because you were here
but not anymore, I can’t breathe
Because you’re not next to me,
I can’t linger around you anymore
I am dying but right now,
you’re not here, not here, not here
Because you were here
but not anymore, I can’t smile
Because you’re not next to me,
I keep breaking down
I hate it – now I have no place to
lean on
Why am I foolishly
withering every day?
Like a flower that lost its light,
I have lost you
I can only say that it hurts,
it hurts, it’s sad, by myself
Again tonight, I fall asleep as I cry
I should have gotten drunk, I hate
myself
I want to fight but I can’t even
fight anymore
Because you’re not here,
because you’re not here
I have nowhere to say this
Because you were here
but not anymore, I can’t breathe
Because you’re not next to me,
I can’t linger around you anymore
I am dying but right now,
you’re not here, not here, not here
Because you were here
but not anymore, I can’t smile
Because you’re not next to me,
I keep breaking down
I hate it – now I have no place to
lean on
Because you’re, you’re, you’re not
here
Come back
Cr : kromanized.com

 
Coffe, Milk and Tea... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template