Senin, 01 April 2013

Happiness (KYUMIN Genderswitch)

HAPPINESS

By: Champion Rin

Cast: Lee Sungmin
Cho Kyuhyun and other

Genre: GS, Hurt/Comfort(?)

WARNING: TYPO(S)

NB: yang di BLOD itu adalah
mimpinya Kyuhyun araseo?!

On my way back from leaving
you
I’ll forget you, I’ll erase you, my
burnt and blackened love.

Aroma mawar, aster, lily dan
anggrek terasa memenuhi
hidungku, aku menarik nafas
rindu sambil merasakan sinar
mentari yang hangat
menyentuh , menggelitik diujung
kulit hingga aku hanya mampu
tergugu akan sinarnya yang
kemayu membelaiku, langkahku
pelan mengayun, berjinjit
menatap kesekeliling sambil
menuruni anak tangga, mataku
terpaku dengan sulur-sulur yang
ditumbuhi dedaunan hijau juga
bunga-bunga yang tak kalah
berwarna-warni menghiasi,
warnanya bagai pelangi selepas
hujan menghujam bumi.

Dan aku pun tersenyum
menatapnya yang tengah
terduduk disalah satu kursi dekat
pohon anggrek berwarna biru
langit.

Cantik…

Dia memakai gaun putih pendek
polos dan sebuah bando yang
terbuat dari rangkaian bunga-
bunga, tangannya bermain
dengan kupu-kupu yang hinggap
dijemari lentiknya,
Bibirku tertarik hingga
menghasilkan sebuah lengkungan
senyum.

”Minnie…” suara serakku
menggema disetiap sudut
ruangan, membuat kupu-kupu
cantik yang barusan bermain
dengannya terbang bebas
meninggalkan kami, berdua
bersama dengan sekumpulan
bunga-bunga cantik yang penuh
warna, dia berbalik dan
menatapku pasi, wajahnya yang
damai membuatku tersenyum,
detak jantungku berpacu lebih
cepat dari biasanya, membuat
desiran hebat melanda aliran
darahku, memaksaku mendera
gugup yang tiada terkira.

Langkah kakiku berhenti tepat
didepan tubuhnya yang terduduk,
lalu aku kembali tersenyum
ketika mata sesejuk embun itu
menatapku intens, tidak ada
senyuman ataupun tatapan sinis,
dia hanya diam tanpa ekspresi
seperti sebuah mannequin yang
dipajang didepan toko.
Manis…

Wajahnya mengingatkanku pada
permen milky.

“Minnie…” aku kembali
menggumankan namanya sambil
berusaha mengelus pipinya yang
lembut, tapi belum sempat
jemariku menyentuh pipi tirus
itu,dia menghindar, dia
memalingkan wajahnya,
membuatku bergetar menahan
takut... sebuah ketakutan akan
kehilangan yang membelengguku
selama ini.

Tangannya yang seputih susu itu
terulur untuk mengambil
tanganku, dia menatapku dari
sudut matanya sejenak, lalu
sebuah cincin telah berpindah
tangan darinya kepadaku.

“Ini…”

Aku berguman perih, dia tidak
menggubris lirihan sedihku…
tubuhnya telah berdiri sempurna
dan dia mulai menapaki
langkahnya … menghilang
meninggalkanku yang tengah
mematung menatap cincin
berwarna perak tersebut. Mataku
terpejam, aroma bunga-bunga itu
masih tercium dirongga
hidungku, kehangatan sinar
mentari pun masih dapat
kurasakan membelai wajahku,
tapi dia… dia menghilang dan
meninggalkanku.

Aku menangis…
bukan karena dia
meninggalkanku, tapi… aku
menangis karena aku tidak
mampu mengejarnya.

I’m getting farther away from
you, you’re disappearing
Don’t easily forget me, because
it’ll hurt too much
                   
                        ***

Aku membelai ilalang, merasakan
jantungku berdentum normal
ketika sinar mentari masih tak
bosan menghujaniku dengan
kehangatannya. Angin masih
manja, mengadu lewat
desirannya yang mendesis
ditelinga.

Kulitmu bahkan lebih halus
dibanding ilalang ini.
Senyummu bahkan lebih hangat
dibandingkan sinar mentari hari
ini.
Dan kau bahkan lebih menawan
ketika merajuk dibandingkan
angin yang kuhela saat ini

Aku tersenyum dan menatap
bunga mawar yang kupegang,
hanya sekuntum dan itu
mengingatkanku padanya, pada
gadis bunga itu… Lee Sungmin.
Kenangan yang tak terulanglah
yang membuatku terpuruk…
pertemuan, mencintainya,
merasakan detak jantungnya
saat ia memelukku, mencium bau
mawar dari tubuhnya, membelai
rambutnya, merasakan manis
bibirnya… aku tidak pernah
menyesali itu.

Sekalipun hujan itu dingin dan
berangin… Hujan adalah
anugerah dari Tuhan yang
diberikan untuk kita semua.
Sekalipun ini menyakitkan dan
menyedihkan, satu moment
dimana hanya ada kami dan
dunia kami… itulah masa-masa
terindah yang Tuhan berikan
untukku dan mungkin, untuknya
juga.

Aku kembali berjalan, merasakan
desahan angin yang bersahutan
mengejek rasaku, tidak peduli…
aku terus menapaki jalanku,
membuatku melangkah dengan
kehendak yang tiada menentu,
kini aku melewati dahan-dahan
pohon yang mengait satu sama
lain seperti dua tangan yang
saling bergandengan, terlihat
seperti terowongan rahasia yang
siap membawaku pada alam
mistis yang tak pernah
kujangkau, atau mungkin
membuatku terjatuh dalam
sebuah negeri dongeng dimana
aku bisa merangkai ceritaku dan
ceritanya bersama, terlalu
berimajinasi? Tidak mengapa,
hidup berimajinasi bukanlah
suatu dosa, bahkan imajinasi bisa
menjadi suatu pencarian ilahi,
entah bagaimana aku
menjabarkannya… Imajinasi itu
rumit untuk ditebak, karena
didalamnya bukan berisi
pemahaman, imajinasi itu bebas
tanpa ikatan.

Dan kini malam,  aku kembali
tersenyum menatap puluhan
lampu kota yang terang
benderang
Sinarnya bahkan takkan
mengalahkan sinar matamu…
Aku berjalan terus, terus…
terus…dan terus,
Sampai kusadari suatu hal
selama ini, aku sendiri… tidak ada
siapapun.
Dia, orang lain atau yang lainnya.

Dan yang paling menyakitkan
akan kehilangan itu adalah
kamu…. Minnie,
Semua diduniaku mencoba untuk
sepertimu, menghiburku dengan
segala hal-hal yang
mengaitkannya dengan dirimu…
tapi aku tetap tidak bisa, aku
tidak bisa… karena kaulah yang
aku inginkan, tak bisakah kau
kembali?

Aku menangis , rasanya lubang
direlung jiwaku menganga dan
bernanah menahan nyeri. Aku
sakit bukan karena aku tidak
mampu untuk melihatmu, aku
sakit karena aku hanya bisa
berharap bertemu denganmu.

                      ***

“Kyuhyun ~~ Kyuhyun ah~~”
Leeteuk mengguncang tubuh kurus
Kyuhyun, dia begitu khawatir
menatap dongsaengnya itu
mengingau saat tidur.

“Min… jebbal, gajima…” lirihan pasti
yang membuat siapapun
pendengarnya terpaku dalam
keprihatinan, anak laki-laki ini
terlihat lusuh saat tertidur,
igauannya membuat dia terlihat
bagai manusia tak bernyawa, seperti
angin yang tak beroksigen, bagai air
yang tak menyerap sempurna dalam
tubuh, layaknya tanah yang dihujani
pukulan keras mendera.

“Ireona… Kyuhyun ah! Ireona!”
Leeteuk mengertak marah, sudah
kesekian kalinya dongsaengnya itu
seperti ini, tertidur sejenak lalu
mengigau bahkan pernah berteriak-
teriak menyedihkan, jikalau tidak
tertidur Kyuhyun akan duduk sambil
menatap bunga mawar yang
ditanamnya dipekarangan rumah.
Dia selalu seperti itu semenjak
ditinggal Sungmin, yeojachingunya
yang tewas tertabrak mobil tepat
dihari pertunangannya. Shock,
sedih, sekaligus menyesal
membentuk suatu rangkaian
perasaan yang tak menentu,
memaksanya menjadi seorang
manusia tanpa arah yang tak
berguna, menenggelamkannya pada
suatu ketidakpastian akan kenyataan
dan halusinasi, kehilangan itu tak
pernah ia anggap sebagai suatu
kenyataan melainkan ilusi meskipun
sebenarnya semua itu benarlah
adanya.

“Hyung…”

Mata kecilnya terbuka,
sembab dan merah itulah gambaran
dua bola mata Kyuhyun yang tak
sebening dulu, didalam dua orbs itu
tersimpan luka yang mendalam,
tersirat sebuah kalimat bersayat-
sayat ‘ Dia masih hidup’
selalu dan selalu itulah makna dari
tatapan sendunya.

“Lupakan… lupakan Sungmin,
Kyuhyun ah~, aku tidak bisa
melihatmu seperti ini terus, dan kau
pun tidak bisa selamanya begini…
Sungmin sudah tenang disana,
relakan dia… Tuhan memberikan
yang terbaik untuk semua umatnya,
mungkin ini menyakitkan, tapi
yakinlah… yakin bahwa keputusan
tuhan tidak pernah salah” Leeteuk
menceramahi Kyuhyun, sementara
lelaki itu seolah tidak mendengarkan
apa yang barusan dikatakan
kakaknya, dia masih dalam diam
merasakan dekapan kasat mata yang
membelenggu jiwa dan raganya
‘Dia selalu disisiku, bersamaku…’
lirihnya dalam hati dengan kedua
tangan yang memeluk tubuhnya
sendiri, untuk sejenak Kyuhyun
membisu, hingga seperti ada sebuah
arahan mistis yang menyuruhnya,
dia langsung terpaku menatap
Leeteuk .

“Aku akan mencoba…” gumanan
halus yang terlontar itu membuat
Leeteuk tersenyum puas

“Aku tahu kamu bisa saengie, kau
namja kuat.” Lanjutnya sambil
menepuk pundak Kyuhyun pelan,
Leeteuk tersenyum kembali dan
mengacak rambut Kyuhyun kasar.

“Hyung kedapur dulu mengambil
sarapanmu, kau terlihat seperti
tengkorak hidup, bersabarlah ini
tidak akan lama” Leeteuk beranjak
dari sisi ranjang yang tadi
didudukinya, dia bangkit dan
bergegas menuju dapur untuk
mengambil sup yang baru saja ia
masak untuk adiknya.

Jika aku tidak mampu
mengejarnya, maka aku akan
mencoba untuk mengejarnya.
Jika aku hanya mampu berangan
bertemu dengannya, maka aku
akan mencoba untuk membuat
kami berdua bertemu dalam
nyata…

                       ***

Mentari tersenyum lepas, burung
gereja bernyanyi keras, angin
terbang bebas dan tanah mengeras
menahan panas… sementara bunga-
bunga liar menjalar direrumputan
yang tak berparas. Seorang namja
dengan setelah jas hitam rapih dan
seorang wanita yang memakai black
mini dress disampingnya menatap
batu nisan didepan mereka dengan
tatapan merindu

“Kau bahagia bukan disana? Apakah
kau melaksanakan pernikahanmu
disana?” canda Leeteuk menatap
sebuah batu nisan bertuliskan

Cho Kyuhyun
13 Februari 20xx

“Yeobbo, kenapa kau selalu berkata
seperti itu? eiy, seharusnya Kyuhyun
yang menyindirmu begitu.” Yeoja
berambut panjang terikat itu
memanyunkan bibirnya namun
sedetik kemudian dia tersenyum
ramah saat Leeteuk mencubit
pipinya gemas.

“Calon isteriku ini...” Lirih Leeteuk
membuat Yeoja bernama Kang Sora
tersebut tergugu ditempat.

“Kyuhyun ah~~ kalau nanti
Hyungmu ini nakal, kau harus
menggentayanginya ya?” mendengar
kalimat itu, Leeteuk tersenyum lepas
lalu memeluk yeoja tersebut lembut.

“I’ll be with you….” Leeteuk
berguman pelan layaknya angin yang
mendesis

“Yongwonhi….” Dan kalimat
penjelasan itu membuat keduanya
semakin mengeratkan pelukan
mereka, tidak ingin melepaskan
kebahagaiaan yang mendera
keduanya, tidak mau menyisakan
sedetikpun moment bahagia
tersebut.

Sementara disebuah ditempat
seputih kapas tidak bernoda dan
tidak ada titik hitam didalamnya,
dua orang itu tersenyum sambil
bermain ditaman yang dipenuhi
bunga berwarna warni. Mereka
berlarian mengejar kupu-kupu,
menapaki tanah yang dibalut rumput
hijau, memeluk indahnya pelangi,
menyentuh sinar mentari dan
mencium aroma surga.
Indah….
Kebahagian itu indah, kebahagiaan
itu milik siapapun yang menyakini
keindahan…. Kebahagiaan itu, milik
siapapun yang memiliki hati dan
perasaan, juga keyakinan...

FIN
Holla~~ Yorobunnie~ akhirnya
aku kembek sama ep ep bin gaje
plus ngehe ini….
Mueheheheheeh, maklum imaji
datang nyelonong gt aja, padahal
banyak tugas… tapi ya udah,
keboro gatel…langsung aja nulis
FF ini, hope you like this, review
please…. BTW, ini terinspirasi dari
MV B1A4- TRIED TO WALK …
hehehehehehe :D

0 komentar:

Posting Komentar

Read and Review please...

 
Coffe, Milk and Tea... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template