Jumat, 18 Oktober 2013

SJD

“The day will come
When my body no longer exists
But in the lines of this poem
I will never let you be alone

The day will come
When my voice is no longer heard
But within the words of this poem
I will continue to watch over you

The day will come
When my dreams are no longer known
But in the spaces found in the letters of
this poem
I will never tired of looking for you”
― Sapardi Djoko Damono

Jumat, 11 Oktober 2013

11 OKTOBER 2013

Dunia dan Hidup,rasanya gampang banget buat ngucapin dua kata itu, tapi in fact –nya Dunia dan Hidup itu, jalan yang panjang, panjang, panjang, dan sangat panjang. Kayak ga ada jalan tol, kayak kita hidup dijaman sebelum penjajahan Belanda, kayak jalurnya berliku, berbatu bahkan berlubang. Lha, faktanya memang seperti itu kan? Semua butuh proses dalam hidup, dan proses itu bukan sekali, tapi banyak banget tahapan-tahapannya, syaratnya dan juga kendalanya bejibun.

Belakang diumur gue yang ke-18 tahun ini sering mikir, gak Cuma sekali, tapi berkali-kali, dan pertanyaannya juga bukan satu, mungkin ada lebih dari lima dan kalau seinget gue, intinya cuma merujuk sama satu pertanyaan. Apa sih maksud Tuhan bikin kehidupan didunia ini?

Ada satu hal fatal yang gak bisa dilupain dalam pertanyaan gue, yaitu Kepercayaan  dan kalau udah menyangkut itu, semuanya bisa ada pro atau kontra .
Tapi apa boleh buat, semuanya terlanjur rumit, buat gue, hidup gue dan buat dunia gue. Karena itu, seringkali *JUJUR* gue pernah mikir, kenapa manusia harus ngerasain sakit, kecewa, cinta,kebahagiaan, kenapa harus ada surga dan neraka, kenapa harus ada hitam atau putih, kenapa harus ada baik dan jahat. Kalau emang jawabannya karena setiap hal pasti punya pasangan rasanya, terlalu adil dan terlalu menyebalkan.



Review now

Yang Tak Mau Kumengerti

Aku termenung
Membeku...
Bergelung dengan kesendirian
Menatap Cakrawala jingga
Tak bertepi, tak tergapai, tak teraba...

Sebuah tanya menguap pada sang senja
Tentang Hidup dan perasaan tak berujung
Seperti bongkahan es seluas sepuluh kilometer persegi
Mengapung di samudera Arktik tak berpenghuni
Semuanya dimisterikan oleh takdir

Aku tak mengerti
Jelas tak mau memahami

Karena ia terjadi padaku seperti aroma kopi pagi
Manis, nyengat dan memuakkan
Karena ia juga terjadi padaku seperti malam...
dingin, sunyi diselimuti kegelapan.

 
Coffe, Milk and Tea... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template