Minggu, 27 Desember 2015

27 -12 -2015

Menyelesaikan persoalan hati nampaknya lebih rumit daripada menyelesaikan soal matematika

Lagi-lagi harus gw akui, untuk kesekian kalinya terjebak dalam bayang seseorang yang gak bisa di lupakan dan penantian pada seseorang yang di rindukan, rasanya... pengen banget di perjuangin kayak yang lain, tapi ketika gw berjuang sendirian... ketika gw lagi-lagi harus mandiri dalam urusan cinta, gw di hadapkan sama posisi di mana gw lagi-lagi capek, menanti dan berjuang secara bersamaan.

Seseorang pernah bilang: "Laki-laki terlalu brengsek untuk di kejar"

Mungkin benar, karena gak ada hasilnya mengejar seseorang yang gak ada rasa sama kamu, kecuali rasa sakit dan obsesi yang kian hari makin bikin badan lu rusak.

Gw sadar kalo selama ini gw bangun malem, berharap kalau ada pesan dari dia... ia dia, entah yang mana hahaha... gw lupa gimana caranya dicintai dengan benar, sampai gw mendefinisikan cinta sebagai perjuangan belaka, padahal salah... cinta itu tentang segalanya, tentang dua... dan kalau itu cuma satu, gw cuma terobsesi untuk memiliki aja.

Gw capek sama semua ini, gw pengen nyerah... gw pengen nyender ke bahu seseorang... tapi mungkin Allah belum mengijinkan, mungkin suatu hari, mungkin suatu saat nanti... mungkin,

Tapi gw udah terlalu lelah saat ini, jadi biar gw tiduran aja sendiri, toh gw udah bilang sama Allah... gw butuh seseorang, dan gw yakin Allah mendengar, pasti suatu hari nanti, kalau kita berjodoh kita pasti di persatukan

Untuk siapapun nanti kamu, gw mohon... semoga kita bisa sama2 saling mengerti dan bisa bikin perubahan di hidup gw yang boring ini, semoga lu jd orang yang baik buat nanti little kids kita 😂 hahaha im thinking to far yah 😬😬 bodo ah,

Tori kelly - Dear No One

Senin, 10 Agustus 2015

ERASE

Author: Amalia Marina a.k.a.Riel P.
Cast: 
Ueno Juri as Hibino Sakura
Leo VIXX as Leo
Takeru Satoh as  Ojiro Tokuto




Sakura berhenti, menatap sungai dan alirannya, ia lantas tersenyum ketika bunga sakura berguguran menimpa rambutnya... dengan pandangan polos ia berjalan mendekati sungai, menatap bayangannya sendiri... menatap kilasan yang tak bisa ia lupakan, tentang masa lalunya... masa kecil ketika dia bisa tersenyum dan gembira pada setiap hal. Kenangan yang tak terlupakan... takkan pernah terlupakan, Sakura lagi-lagi tersenyum.
"OIIII!! AWASSS!! DIA GILA!!" Teriakan itu lantas membuat Sakura mencari sumbernya, mata cokelatnya bergerak, ke kanan lalu kiri... dan ke samping kiri lainnya hingga ia menemukan beberapa siswa laki-laki berlari dengan wajah babak belur, Sakura menatap lebih mantap, ada seorang Pria di belakang segerombolan siswa itu.
"HEY SIALAN!! MAU KEMANA KALIAN HUH?!" Pria  itu tertatih mengejar segerombolan siswa tadi yang memutuskan berpencar untuk mengindari kejarannya, mereka lantas menghilang di sudut-sudut pertokoan.
Sakura masih mengamati Pria itu dengan seksama, matanya tak mau berpaling... bukan karena tertarik, tapi entah kenapa... Pria itu seolah dikenalnya.
"Hibino -san!?" Desisnya dibawa angin...
Mata Pria itu bertemu dengan mata Sakura, dan dalam waktu empat detik mereka mendiami dunia mereka sendiri...
"Hibino-San?!!" Pekik Pria itu lebih lantang, ia berlari dengan cepat ke arah Sakura yang masih mematung, meyakinkan dirinya bahwa mereka tidak saling mengenal, begitu seingatnya.
"Hibino-San?!" Pria itu memeluk Sakura erat, membuat Sakura membelalakan mata dan ingin segera melepaskan pelukan paksa itu.
"Ano-San... " menyadari kecanggungan dan bagaimana tingkah Sakura yang sepertinya tidak menyukai tindakannya, Pria itu bergegas melepas pelukannya, dia tersenyum ke arah Sakura dengan wajah babak belurnya, sementara Sakura mengambil 3 langkah ke samping menjauhi Pria itu.
"EH?! Nande nande??" Tanyanya.
"Apakah kita saling mengenal?" Tanya Sakura, tertunduk sambil meremas ujung bajunya ketika si Pria lagi-lagi mendekatinya.
"EHH?!! Aku Tokuto, hibino-san?" Tokuto melambaikan tangannya ke arah Sakura.
"Hmm?" Lirih Sakura tak mengerti maksudnya.
"Wah! Tapi, kamu benar Hibino Sakura kan?" Tokuto bertanya ingin tahu.
Sakura memberanikan diri menatap Tokuto
"Hai... Sakura Hibino-desu" kata Sakura dengan mantap.
"Tapi... bagaimana?" Tokuto menggaruk kepalanya, tengkuknya lalu perutnya... sepertinya dia punya penyakit gatal.
Sakura menjauh sedikit lagi.
"Lalu, apa kau ingat Kazehaya? Kazehaya Shota?" Tanya Tokuto
Sakura diam, membeku dalam dalam perasaan sakit, nama itu seperti sesuatu yang benar-benar penting baginya... tapi, sekuat apapun Sakura mengingat, Kazehaya Shota tidak ada dalam ingatannya, hanya saja... hatinya, bagaimana bisa hatinya sesakit itu ketika mendengar nama tersebut.
Sakura menggeleng.
"Hmmm? Kendo?" Tokuto bertanya lagi
"Kendo?" Sakura balik bertanya, matanya membulat besar, antara ingin tahu dan kebingungan.
"Kau itu atlet kendo nomer satu dulunya... itu juga lupa? Apakah kau amnesia?" Tokuto terus menanyai Sakura seperti tersangka yang sedang di interogasi oleh polisi.
"Amnesia?" Sakura mendesis, orang tuanya tak pernah bilang apa-apa... pantas saja, seperti ada yang hilang dari dirinya, tapi Sakura buntu... tidak tahu yang hilang itu apa.
"Ngomong-ngomong... aku baru pindah seminggu yang lalu kesini, aku bekerja di kedai itu" kata Tokuto sambil menunjuk ke arah sebuah kedai Ramen, Sakura menuruti arah tunjukan Tokuto, Tokuto tersenyum kemudian menatap Sakura lagi
"Ano-san... kenapa tadi kau mengejar para siswa?..." Sakura membuka suara
"Ano-san?!" Tokuto membuat Sakura tertunduk lagi, Pria itu seolah mengintimidasi Sakura.
"Hahaha Hibino-san biasanya kau memanggilku Tokuton... ah~~ jadi rindu masa-masa dulu... Kazehaya... hmmm apa kabarnya si sialan itu? Ku kira kalian masih bersama, pasangan lem... " Tokuto mengamati Sakura dengan miris, sementara Sakura menatap Tokuto dengan penuh keingintahuan.
"Kazehaya dan aku?"
"Oi Sakura!!" Sakura melirik dan mendapati sosok Leo turun dari mobilnya.
Leo berjalan cepat dan mendekati Sakura dan Tokuto
"YO Leo, apa kabar?" Tanya Tokuto sambil tersenyum.
"Kau!! Tokuto!! Ya ampun... makin jelek saja kau" Leo memukul bahu Tokuto yang di sambut pukulan lain di dada Leo oleh Tokuto.
"Sialan... jadi sekarang kalian begini" Tokuto melirik Leo lalu Sakura
"Murri Murri murri... dengan dia? Kau tahu... aku hanya anjing penjaganya saja..." Leo berbisik setelah itu
"Kaze yang memintaku" tukasnya sambil tersenyum mengejek
"Ohhh begitu... ngomong2 apa dia amnesia?" Leo langsung terdiam, dagunya mengeras sementara tangannya terkepal, ada arus emosi di wajahnya... tertahan tentu saja.
Leo tersenyum menatap Sakura yang ikutan menunggu jawaban darinya.
"Gomen Tokuto, aku harus buru2 mengantar Sakura, dia orang sibuk sekarang" kata Leo dengan senyum anehnya, Tokuto melirik dengan bodoh pada Sakura sementara sang objek menunduk... bingung harus bicara apa.
"Baiklah kalau begitu, aku juga harus kembali bekerja... kalau kalian ada waktu mampirlah ke kedai tempatku bekerja"
"Oke oke... kami pergi dulu ya..." Leo bergegas menarik lengan sakura, membuat Sakura hampir tersandung untuk menyamai langkahnya
Tokuto mengamati kepergian Leo dan Sakura
"Karena cinta ya? Teruslah berbohong... dan kau membuat dirimu sendiri hancur, Leo" Tokuto tersenyum kecut

***


Leo menjalankan mobilnya, wajahnya kaku tidak seperti biasa saat bersama Sakura.
"Kenapa kau bisa sampai ke situ?" Tanya Leo dengan dingin
"Ehmm? Entahlah... aku hanya berjalan sebentar dan sampai di situ, kenapa?" Leo masih menyetir dengan serius
"Apa dia mengatakan sesuatu padamu?" Leo tak menjawab dan malah balik bertanya
"Dia bilang tentang Kendo, dan Kazehaya..."
Deg!
Leo menghentikan mobilnya seketika di pinggir jalan. Wajahnya mengeras, di tatapnya Sakura yang nampak kebingungan
"Jangan temui dia lagi..." desisnya dengan wajah muram, dibenamkan wajah Leo ke stir mobilnya... laki-laki itu mulai membayangkan kemungkinan buruk yang bakalan terjadi.
Sakura mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala Leo. Merasa bersalah atas kemurungan Leo.
Leo mencengkeram lengan Sakura yang sedang mengelus kepalanya.
Matanya memandang Sakura dengan sendu.
"Kau... milikku kan?" Tanya Leo pada Sakura.
Sakura memandang Leo sebelum mendaratkan ciuman manis di tangan pria itu.
Leo terdiam... memandangi Sakura yang tersenyum manis... ketakutannya menghilang dalam sekejap.
(TbC)
Author: Amalia Marina a.k.a Riel ; Picture: (source) Google

Senin, 20 Juli 2015

Sunday, July 19th 2015




"Point penting dari sebuah janji bukanlah kepercayaan, tapi hati...jangan berubah, itu aja"

quotes ini gw dapet setelah si popok mengirimi gw sms. dasar kamvret, masih aja tentang urusan hati...

hahahaha, iya... gw udah lama letih sama urusan hati.
Review now

Minggu, 19 Juli 2015

Like I'm Gonna Lose You// Kyumin// 00

  

Author: Amalia Marina; Picture: (Source) Google

If you leave someone at least  tell them why, because what’s more painful than being abandoned: is knowing you’re not worth an explanation”
Kyuhyun berjalan perlahan, meninggalkan derap-derap kecil disudut ruangan, dentuman kakinya yang mengenai lantai lantas mengudara dan masuk kesela-sela ruangan , memantul di dinding, atap, jendela, lalu hilang di tarik angin ventilasi.

Namja itu lantas bernenti di pintu paling ujung, sebuah pintu dari kayu mahoni yang di cat hitam, tangannya bergetar, terulur namun hendak ia tarik kembali, hatinya tiba-tiba berkedut, maka di urungkan niatnya untuk mengunjungi ruangan itu, Kyuhyun berbalik dan meninggalkan  ruangan tersebut.

“Kau tidak berani mengunjunginya lagi? pecundang!” Heechul tersenyum angkuh, namja itu berdiri sambil bersandar ke sebuah  tiang, tangannya dimasukkan ke saku celana sebelum melangkah dengan pasti mendekati  Kyuhyun yang tak memperdulikan kehadirannya.

“Dengar Cho, kau pikir bisa menyembuhkannya?” Heechul tersenyum kecut sementara Kyuhyun mengeratkan kepalan tangannya, kenapa juga ia harus menjelaskannya pada Heechul? kenapa juga dia bicara bertele-tele begitu?

“Asal kau tahu, rasa takutnya... melebihi rasa cinta yang kau agung-agungkan itu, percayalah... perasaan cintamu itu hanya akan menyakitinya”

Kyuhun bergerak cepat, melesat bagai cahaya... dan dalam waktu kurang dari satu detik tangannya mencengkeram kerah kemeja Heechul, memojokkannya ke dinding hingga  tubuh namja itu membuat dinding hancur seketika.

“Dengar anak haram... kau pikir kau siapa berani menceramahiku?” Mata Kyuhyun membiru, sangat dalam seperti samudera.

Heechul lantas tertawa lantang, matanya berkilat keemasan.

“Hanya karena kau seorang Earn, bukan berarti kau bisa melakukan segalanya... kau bisa membuatnya gila, Cho Kyuhyun” Kyuhyun kembali mempererat cengkramannnya, sampai di bantingnya tubuh heecul  kebawah, Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri dalam hati karena sudah berlaku  kasar.

“Persetan! Kau pikir sudah berapa lama aku menantikan ini Hyung? Dan kau suruh aku untuk menyerah akan dirinya?” Kyuhyun menutup wajahnya dengan tangannya sendiri, rambutnya terbawa angin hingga nampak bahwa orbsnya bergetar ketika mengucapkan kalimat tadi, dan basah... sudut matanya sedang didenangi air mata.

Heechul tak bergeming, tubuh setengah vampirenya tidak bisa menahan rasa sakit akan perlakuan Kyuhyun tadi.

“Dengar... sesuatu  yang jika di takdirkan untuk menjadi milikmu, kemana  pun ia, dia pasti kembali pada sang pemilikinya.” Heechul bangkit, membersihkan dirinya dri debu-debu dan pasir dari dinding yang hancur tadi.

"Sialan! ini setelan baruku tahu! aishhhh bocah ini susah sekali di nasehati" Heechul meninggalkan Kyuhyun yang diam seribu bahasa, mata birunya memandangi pintu paling ujung itu lagi.

"Sayang... bersabarlah..." gumannya seperti desisan angin

kalimatnya mengudara seperti sebuah permohonan... 


permohonan yang tidak selalu jadi kenyataan

Selasa, 23 Juni 2015

23-01

"Menyedihkan jika aku memutus persahabatan cuma karena perasaan
Tapi sungguh menyakitkan jika aku bertahan dan diam melihatmu bersama yang lain, karena aku egois... mengingikanmu untukku seorang"

23-06-15~ "Kau selalu disisiku tapi aku tak bisa menggapaimu... kau yang tak terjangkau, apa kau yang tak mau ku jangkau?" - Amalia

Minggu, 21 Juni 2015

Seseorang Dari Masalalu

Sebut aja namanya Keroro, si masa lalu yang ceritanya HARUSNYA gak melibatkan hidup gw lagi, Keroro pernah hadir dalam hidup gw jadi orang yang spesial, dia hadir disaat gw lagi bener-bener butuh seseorang saat itu, waktu SMP kelas 2, waktu gw patah hati, dan waktu gw butuh seseorang yang lebih dari teman... maka cerita kita waktu itu cukup membuat gw bahagia dan ngelupain kalo gw tuh anak broken...yup, cuma gw yang broken, karena bagi gw keluarga gw mah baik2 aja... yah walaupun ortu jadi berpisah LOL

Semuanya baik-baik aja awalnya, sampai singkat cerita... (mungkin) dia ngeraguin perasaan gw, atau (mungkin) dia emang gak ada rasa sama gw, jadi gw di tinggalin... dan dia pacaran sama temen gw... oke fine!! I'm broken heart... it hurts so much ketika seseorang yang lu pikir obat sakit dari luka lu ternyata malah jadi racun yang secara perlahan malah bikin lu lumpuh gak berdaya, bahkan mungkin mati!! #LebayDikit :3

Keadaan gw saat itu ya patah hati... gw trauma sama cinta, karena lagi-lagi gw di tinggalin sama cowok yang gw sayang, tapi buat apa berlama-lama menderita? Orang gak akan pernah paham semua hal yang lu alami, ngeluh pun gak berguna... so my life must go on~~

Kita lost contac, sempat berhubungan lagi karena kebegoan gw yg stalkerin dia, dan tololnya gw yg minta maaf sama dia!! ARRRGGGTTT apa yg gw pikirin sih?

Sudahlah... sudah berlalu

Sampai kemarin, eh bukan... hari sebelum sebelum sebelumnya ada sms nangkring d HP gw

Cuma sms Emot : " :) " gitu doang
Gw tanya siapa gak d bales, malah bilang "Maaf" gw telpon di angkat sebentar terus di matiin " Jgn nelpn disini brisik"

Akhirnya gw nanya lagi "ini siapa?" Gk d bales, ah bodo org iseng kali... sampe malem2, jam 12 teng lebih sms dr nomer itu ada lagi " Maaf ya kalo selama ini aw bnyk salah"

DEG!! Feeling gw langsung tertuju sama Keroro... hmmm, mungkin dia... dia tnya lagi (mastiin) "siapa?" Gak di jawab!!

Sampai tadi siang gw telpon dan di angkat dan....


Suara itu...


Iya, itu suara keroro yang gw kenal banget...

Gw mewek entah karena apa, jadi sesak gak karuan... memori tentang dia kembali lagi... ya Allah, kenapa? Apa gak cukup gw hancur berkeping-keping?

21-06-2015~ Aku tidak baik-baik saja ketika kau pergi atau kembali, jadi please biarin aku sendiri...

Meski rindu meliliti kalbu
Dan rasa mencekik hati untuk di teriakan
Aku takkan pernah memberimu ruang lagi
Aku takkan pernah mengukir namamu lagi dalam do'aku

Aku - kamu - kita itu masa lalu

Maka tinggalkan di belakang, agar aku tak mampu menatapnya lagi
sudah cukup...

Lukaku tak boleh di biarkan terbuka lagi...

My BBM


Kamis, 28 Mei 2015

Ada Apa Dengan Hari Kamis?

KAMIS, 28 Mei 2015

Ada apa dengan hari ini? Kepagian nyanpe di cikampek, jam 5:48 udah turun dari angkot, nunggu pacaranya si Yani kasih SKD... dia kena sakit tifus, entah di rawat atau nggak, gw lupa nanyain, faktanya adalah : pacar dia baru bangun, kucel pastinya :v, suara dewasa, senyum , dan gak lupa bilang "Terima Kasih ya" cukup sopan.

Semuanya dalam keadaan normal pagi itu, sampai mulai kerja, gw ngerasa kasihan sama si Alvi + si Yanti, udah keteteran di omelin pula, kita meeting 1 kali dan gw inget banget sama omongannya pak Ahmad waktu nambahin meetingannya Bu Tini

"Kita harus sama2 perhatian"

Hmmm, emang yg namanya kata2 itu mudah di ucapin, tapi sulit di jalanin... sama kayak waktu Bu Tini cuma marah2 liat Alvi+ Yanti keteteran, bukan ngebantuin, sama kayak Bu Trismi yang cuma mentingin target + kualitas lalu sepatu jalan 2-0-2, padahal anak cementing cuma ada 2 orang (yg ngelem Upper) dan sama kayak Pak Ahmad yang bilang 'jangan buat masalah' padahal tahu kalo kita kekurangan orang dan itu udah jelas jadi faktor ketidakseimbangan line.

Perhatian apa sih artinya?

Haaaaaaaa~ gw gak nyalahin siapa2 disini, cuma gw pengen bertanya ada apa dengan hari kamis?

Ketika gw pulang naik elp harus duduk 1/4 pantat dari Cikampek- Cibanggala, udah capek... pegel... alah kayak mau mati aja, syukur dr Cibanggala - Rumah bisa duduk tentram,

But the next is, listrik di rumah konslet, makan gelap, mandi gelap... dan waktu gw udah bener2 capek dengan hari 'ini' kenapa pula mamah gw marah2 gak jelas, pasang sprei lah, jagain si Kayla lah, handphone lah, Arrrrrggght ada apa dengan semua ini?

~Letihku bukan mauku, tapi tanggungan karena ingin membahagiakan aku di masa depan, membahagiakan orang tua dan saudara~ Bismillah

Selasa, 26 Mei 2015

26 Mei 2015

Selasa hari palingggggg lama

Begitu sugesti gw sebelum2nya, tapi pagi ini gw berusaha ceria... berusaha bikin sugesti

Selasa gak lama kok

Sambil senyum, sambil berharap tentunya

Dan puji Allah Swt, jam pertama sampai istirahat kerjaan ko cepet banget :3

Ehhhhh pas di sore hari, udah kayak mau mati aja... lemes, capek dan terasaaaaaa lamaaaaaaaaaaaaa

Pengen nangis tadi rasanya, ya ampun gimana si Yani sama si Alvi yg cuma berdua ya :(

Selasa, berbaik hati lah padaku

25 Mei 2015

Lagi-lagi pulang malam, kemarin gw duduk deket jendela mobil elp, sambil mandang langit dimana beberapa biji bintang ngegelantung, pikir gw "Apa bintang sudah mulai musnah? Apa galaksi sudah mau kehilangan masa hidupnya? Apa bumi dan semesta sudah letih? "kayak gw yang sekarang lagi bersandar ke bangku elp karena punggung gw sakit, osteoforosis? Entahlah, tapi fatal jadinya karena punggung gw slalu sakit... gw waktu itu lagi dengerin lagu Wait - M83 soundtrack the fault in our stars dan entah bagaimana, gw kayak ngerasa di belahan dunia yang lain, melodi dan liriknya (yang gak gw ngerti :3 ) cukup menghipnotis, everything seems so sad, dan gw mulai berfikir tentang apa yg udah gw lakuin sama hidup gw, iya...

Apa yang udah gw lakuin selama ini?

Senin, 18 Mei 2015

Bila Ku Namakan Esok Impian

Ingatan itu mengudara, membawa hawa rindu tak kasat mata... mengingat jadi menyenangkan,menyebalkan dan kadang membuat terharu sekaligus jengkel plus cekikan entah kenapa.

Masih membekas, bagaimana dengan lantangnya aku mengucap kata "POLWAN!" ketika guru SD ku bertanya "Kalau besar mau jadi apa?" Atau "Cita-cita kamu apa?"  Pertanyaan umum, dan jawaban yang umum... entahlah, kebanyakan mau jadi Dokter, Polisi/Polwan, Tentara, ya itu-itu aja... sampai aku mendengar kabar kalau Polwan gak boleh GINGSUL, sial! Alasan apa itu?

Dan kadang kala gw menyesal dengan pemberian tuhan itu. Why!? Merasa tidak adil dan kecewa

Lanjut ke SMP, karena waktu itu aku suka ngegambar, cita-citaku berubah ingin jadi PELUKIS, MANGAKA, TUKANG SKETSA WAJAH, DESIGNER, apalah yang berbau gambar-gambar, sampai gw ketemu suatu kenyataan kalau di Negara ini, di daerahku, dan di alamku prospek jadi itu-itu tuh minim banget, kecuali kamu punya kenalan, kamu anak orang kaya, intinya needs so much effort and money. karena belajarnya aja butuh duit banyak, dan aku bukan orang yang pinter otodidak. Mungkin saat itu aku terlalu malas... and then i give up again,

Waktu SMA, impian aku sederhana: "Pengen hidup biasa aja, punya rumah+toko buku pinggir pantai, minum teh anget sambil nonton sunset" such a beautiful imagine... tapi mengutip dari sebuah film berjudul HIMIZU aku sadar kalau setiap orang pasti punya hidup yang luar biasa, karena mereka berusaha, bekerja keras, mengerahkan kemampuan buat hidup. That"s why... peoples are amazing, they just doesn't realize it.

And now, ketika semua mimpi itu hilang... aku cuma berpikir, apa yang tersisa dari seorang anak Adam + Hawa yang maknanya cuma seperti satu noktah bernama Amalia Marina?

Jika esok ku namakan impian, maka apa yang bakal aku jadikan pedoman? Ketika aku sudah letih menapaki jejak ilahi yang tak kunjung kutemui.

Jika esok kunamakan impian, akankah bahagia ku temukan?

18 mei 2015

"Karena, setinggi apapun aku membangun menara, kalau aku tidak tahu definisi langit, bagaimana bisa aku menggapainya"

Jumat, 01 Mei 2015

Today MayDay

Cuma mengingatkan kalau hari ini adalah hari buruh, hari jum'at yang artinya libur 3 hari, hari dimana gw bisa tidur 10 jam sehari, mandi jam 11 siang, makan banyaaaaaaak karena lauhannya nggak, telor, ikan pek, daging goreng, nugget, atau ikan teri. Well i'm so bored about the menu lol xD

Hari dimana gw nggak bertemu outsole, GE 01, NP 200, Bu Tini, Bu Trismi atau melodi 'Cinta Satu Malam' sama 'Anak Alay'

Hmmmm...

Kamis, 29 Januari 2015

Gini Rasanya Kerja

Udah lama gw gak nulis di blog, entah itu karena kesibukan baca novel, download, nonton drama, anime atau gegara kerja gw rasa semuanya jadi campur2 kayak es doger yang sekarang gw pengen...

Dari tanggal 3 november kemarin gw udah kerja di PT Dean Shoes, pokoknya susah senang deh gw rasain.

TL nya Bu Atini
GL nya Pak Tito

Gw di Line 12, dan kita mulai produksi nanti tanggal 1 Desember

Well, baru kali ini gw betah kerja... Setelah kejadian purwakarta yg bikin gw ngedown luar biasa, akhirnya gw bisa move on juga.... Gak cuma karena orang-orang alis rekan gw yang pada asyik, mereka juga orangnya suka ngebnyol plus kagak ngebosenin, pokoknya kerja tuh serasa gak berat karena mereka, udah gitu gw kerja di bidang yang gw sukain! Sepatu~~~

Mmmmmm, kemaren gw abis lembur sampe jam 18:30 dan gw nyampe rumah jam 20:30 -_- asem bener!! Perjalanan Ciberes - Tamelang memakan waktu lama karena mobil elpnya ngetem! Kamfret :v gw kesel sekaligus kasian sama adek gw yg nunggu di rumah ToT

Tadi gw di Line 7 nali sepatu, BTW gw udah ngerasain semua line

Line 7 - Press, Tali Sepatu, Mindahin Sepatu Berlaste
Line 8 - Merenggangkan sepatu setelah di stroble
Line 9 - Cementing, Primer, Bersihin Laste, Finishing bersih2, nempel stiker ke box
Line 10 - Primer Outsole,  Tali Sepatu
Line 11 - Primer Outsole
Line 12 - Perbaikan sepatu line 10

Wooooooah!! Lumayan juga yah kkkkk~~~ gw udah bisa lumayan banyak :-)

Udahan dulu ah ceritanya, badan gw sakit... Gw mau tidur :v dan menunggu tanggal 7 dengan bersabar

26-11-2014 Ya Allah, mudahkanlah mudahkanlah mudahkanlah, ridhoi pekerjaanku, dan semoga segala menjadi berkah... Amin :-)

 
Coffe, Milk and Tea... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template