Senin, 18 Mei 2015

Bila Ku Namakan Esok Impian

Ingatan itu mengudara, membawa hawa rindu tak kasat mata... mengingat jadi menyenangkan,menyebalkan dan kadang membuat terharu sekaligus jengkel plus cekikan entah kenapa.

Masih membekas, bagaimana dengan lantangnya aku mengucap kata "POLWAN!" ketika guru SD ku bertanya "Kalau besar mau jadi apa?" Atau "Cita-cita kamu apa?"  Pertanyaan umum, dan jawaban yang umum... entahlah, kebanyakan mau jadi Dokter, Polisi/Polwan, Tentara, ya itu-itu aja... sampai aku mendengar kabar kalau Polwan gak boleh GINGSUL, sial! Alasan apa itu?

Dan kadang kala gw menyesal dengan pemberian tuhan itu. Why!? Merasa tidak adil dan kecewa

Lanjut ke SMP, karena waktu itu aku suka ngegambar, cita-citaku berubah ingin jadi PELUKIS, MANGAKA, TUKANG SKETSA WAJAH, DESIGNER, apalah yang berbau gambar-gambar, sampai gw ketemu suatu kenyataan kalau di Negara ini, di daerahku, dan di alamku prospek jadi itu-itu tuh minim banget, kecuali kamu punya kenalan, kamu anak orang kaya, intinya needs so much effort and money. karena belajarnya aja butuh duit banyak, dan aku bukan orang yang pinter otodidak. Mungkin saat itu aku terlalu malas... and then i give up again,

Waktu SMA, impian aku sederhana: "Pengen hidup biasa aja, punya rumah+toko buku pinggir pantai, minum teh anget sambil nonton sunset" such a beautiful imagine... tapi mengutip dari sebuah film berjudul HIMIZU aku sadar kalau setiap orang pasti punya hidup yang luar biasa, karena mereka berusaha, bekerja keras, mengerahkan kemampuan buat hidup. That"s why... peoples are amazing, they just doesn't realize it.

And now, ketika semua mimpi itu hilang... aku cuma berpikir, apa yang tersisa dari seorang anak Adam + Hawa yang maknanya cuma seperti satu noktah bernama Amalia Marina?

Jika esok ku namakan impian, maka apa yang bakal aku jadikan pedoman? Ketika aku sudah letih menapaki jejak ilahi yang tak kunjung kutemui.

Jika esok kunamakan impian, akankah bahagia ku temukan?

18 mei 2015

"Karena, setinggi apapun aku membangun menara, kalau aku tidak tahu definisi langit, bagaimana bisa aku menggapainya"

0 komentar:

Poskan Komentar

Read and Review please...

 
Coffe, Milk and Tea... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template