Senin, 10 Agustus 2015

ERASE

Author: Amalia Marina a.k.a.Riel P.
Cast: 
Ueno Juri as Hibino Sakura
Leo VIXX as Leo
Takeru Satoh as  Ojiro Tokuto




Sakura berhenti, menatap sungai dan alirannya, ia lantas tersenyum ketika bunga sakura berguguran menimpa rambutnya... dengan pandangan polos ia berjalan mendekati sungai, menatap bayangannya sendiri... menatap kilasan yang tak bisa ia lupakan, tentang masa lalunya... masa kecil ketika dia bisa tersenyum dan gembira pada setiap hal. Kenangan yang tak terlupakan... takkan pernah terlupakan, Sakura lagi-lagi tersenyum.
"OIIII!! AWASSS!! DIA GILA!!" Teriakan itu lantas membuat Sakura mencari sumbernya, mata cokelatnya bergerak, ke kanan lalu kiri... dan ke samping kiri lainnya hingga ia menemukan beberapa siswa laki-laki berlari dengan wajah babak belur, Sakura menatap lebih mantap, ada seorang Pria di belakang segerombolan siswa itu.
"HEY SIALAN!! MAU KEMANA KALIAN HUH?!" Pria  itu tertatih mengejar segerombolan siswa tadi yang memutuskan berpencar untuk mengindari kejarannya, mereka lantas menghilang di sudut-sudut pertokoan.
Sakura masih mengamati Pria itu dengan seksama, matanya tak mau berpaling... bukan karena tertarik, tapi entah kenapa... Pria itu seolah dikenalnya.
"Hibino -san!?" Desisnya dibawa angin...
Mata Pria itu bertemu dengan mata Sakura, dan dalam waktu empat detik mereka mendiami dunia mereka sendiri...
"Hibino-San?!!" Pekik Pria itu lebih lantang, ia berlari dengan cepat ke arah Sakura yang masih mematung, meyakinkan dirinya bahwa mereka tidak saling mengenal, begitu seingatnya.
"Hibino-San?!" Pria itu memeluk Sakura erat, membuat Sakura membelalakan mata dan ingin segera melepaskan pelukan paksa itu.
"Ano-San... " menyadari kecanggungan dan bagaimana tingkah Sakura yang sepertinya tidak menyukai tindakannya, Pria itu bergegas melepas pelukannya, dia tersenyum ke arah Sakura dengan wajah babak belurnya, sementara Sakura mengambil 3 langkah ke samping menjauhi Pria itu.
"EH?! Nande nande??" Tanyanya.
"Apakah kita saling mengenal?" Tanya Sakura, tertunduk sambil meremas ujung bajunya ketika si Pria lagi-lagi mendekatinya.
"EHH?!! Aku Tokuto, hibino-san?" Tokuto melambaikan tangannya ke arah Sakura.
"Hmm?" Lirih Sakura tak mengerti maksudnya.
"Wah! Tapi, kamu benar Hibino Sakura kan?" Tokuto bertanya ingin tahu.
Sakura memberanikan diri menatap Tokuto
"Hai... Sakura Hibino-desu" kata Sakura dengan mantap.
"Tapi... bagaimana?" Tokuto menggaruk kepalanya, tengkuknya lalu perutnya... sepertinya dia punya penyakit gatal.
Sakura menjauh sedikit lagi.
"Lalu, apa kau ingat Kazehaya? Kazehaya Shota?" Tanya Tokuto
Sakura diam, membeku dalam dalam perasaan sakit, nama itu seperti sesuatu yang benar-benar penting baginya... tapi, sekuat apapun Sakura mengingat, Kazehaya Shota tidak ada dalam ingatannya, hanya saja... hatinya, bagaimana bisa hatinya sesakit itu ketika mendengar nama tersebut.
Sakura menggeleng.
"Hmmm? Kendo?" Tokuto bertanya lagi
"Kendo?" Sakura balik bertanya, matanya membulat besar, antara ingin tahu dan kebingungan.
"Kau itu atlet kendo nomer satu dulunya... itu juga lupa? Apakah kau amnesia?" Tokuto terus menanyai Sakura seperti tersangka yang sedang di interogasi oleh polisi.
"Amnesia?" Sakura mendesis, orang tuanya tak pernah bilang apa-apa... pantas saja, seperti ada yang hilang dari dirinya, tapi Sakura buntu... tidak tahu yang hilang itu apa.
"Ngomong-ngomong... aku baru pindah seminggu yang lalu kesini, aku bekerja di kedai itu" kata Tokuto sambil menunjuk ke arah sebuah kedai Ramen, Sakura menuruti arah tunjukan Tokuto, Tokuto tersenyum kemudian menatap Sakura lagi
"Ano-san... kenapa tadi kau mengejar para siswa?..." Sakura membuka suara
"Ano-san?!" Tokuto membuat Sakura tertunduk lagi, Pria itu seolah mengintimidasi Sakura.
"Hahaha Hibino-san biasanya kau memanggilku Tokuton... ah~~ jadi rindu masa-masa dulu... Kazehaya... hmmm apa kabarnya si sialan itu? Ku kira kalian masih bersama, pasangan lem... " Tokuto mengamati Sakura dengan miris, sementara Sakura menatap Tokuto dengan penuh keingintahuan.
"Kazehaya dan aku?"
"Oi Sakura!!" Sakura melirik dan mendapati sosok Leo turun dari mobilnya.
Leo berjalan cepat dan mendekati Sakura dan Tokuto
"YO Leo, apa kabar?" Tanya Tokuto sambil tersenyum.
"Kau!! Tokuto!! Ya ampun... makin jelek saja kau" Leo memukul bahu Tokuto yang di sambut pukulan lain di dada Leo oleh Tokuto.
"Sialan... jadi sekarang kalian begini" Tokuto melirik Leo lalu Sakura
"Murri Murri murri... dengan dia? Kau tahu... aku hanya anjing penjaganya saja..." Leo berbisik setelah itu
"Kaze yang memintaku" tukasnya sambil tersenyum mengejek
"Ohhh begitu... ngomong2 apa dia amnesia?" Leo langsung terdiam, dagunya mengeras sementara tangannya terkepal, ada arus emosi di wajahnya... tertahan tentu saja.
Leo tersenyum menatap Sakura yang ikutan menunggu jawaban darinya.
"Gomen Tokuto, aku harus buru2 mengantar Sakura, dia orang sibuk sekarang" kata Leo dengan senyum anehnya, Tokuto melirik dengan bodoh pada Sakura sementara sang objek menunduk... bingung harus bicara apa.
"Baiklah kalau begitu, aku juga harus kembali bekerja... kalau kalian ada waktu mampirlah ke kedai tempatku bekerja"
"Oke oke... kami pergi dulu ya..." Leo bergegas menarik lengan sakura, membuat Sakura hampir tersandung untuk menyamai langkahnya
Tokuto mengamati kepergian Leo dan Sakura
"Karena cinta ya? Teruslah berbohong... dan kau membuat dirimu sendiri hancur, Leo" Tokuto tersenyum kecut

***


Leo menjalankan mobilnya, wajahnya kaku tidak seperti biasa saat bersama Sakura.
"Kenapa kau bisa sampai ke situ?" Tanya Leo dengan dingin
"Ehmm? Entahlah... aku hanya berjalan sebentar dan sampai di situ, kenapa?" Leo masih menyetir dengan serius
"Apa dia mengatakan sesuatu padamu?" Leo tak menjawab dan malah balik bertanya
"Dia bilang tentang Kendo, dan Kazehaya..."
Deg!
Leo menghentikan mobilnya seketika di pinggir jalan. Wajahnya mengeras, di tatapnya Sakura yang nampak kebingungan
"Jangan temui dia lagi..." desisnya dengan wajah muram, dibenamkan wajah Leo ke stir mobilnya... laki-laki itu mulai membayangkan kemungkinan buruk yang bakalan terjadi.
Sakura mengulurkan tangannya untuk mengelus kepala Leo. Merasa bersalah atas kemurungan Leo.
Leo mencengkeram lengan Sakura yang sedang mengelus kepalanya.
Matanya memandang Sakura dengan sendu.
"Kau... milikku kan?" Tanya Leo pada Sakura.
Sakura memandang Leo sebelum mendaratkan ciuman manis di tangan pria itu.
Leo terdiam... memandangi Sakura yang tersenyum manis... ketakutannya menghilang dalam sekejap.
(TbC)
Author: Amalia Marina a.k.a Riel ; Picture: (source) Google

0 komentar:

Posting Komentar

Read and Review please...

 
Coffe, Milk and Tea... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template