Senin, 20 Juli 2015

Sunday, July 19th 2015




"Point penting dari sebuah janji bukanlah kepercayaan, tapi hati...jangan berubah, itu aja"

quotes ini gw dapet setelah si popok mengirimi gw sms. dasar kamvret, masih aja tentang urusan hati...

hahahaha, iya... gw udah lama letih sama urusan hati.
Review now

Minggu, 19 Juli 2015

Like I'm Gonna Lose You// Kyumin// 00

  

Author: Amalia Marina; Picture: (Source) Google

If you leave someone at least  tell them why, because what’s more painful than being abandoned: is knowing you’re not worth an explanation”
Kyuhyun berjalan perlahan, meninggalkan derap-derap kecil disudut ruangan, dentuman kakinya yang mengenai lantai lantas mengudara dan masuk kesela-sela ruangan , memantul di dinding, atap, jendela, lalu hilang di tarik angin ventilasi.

Namja itu lantas bernenti di pintu paling ujung, sebuah pintu dari kayu mahoni yang di cat hitam, tangannya bergetar, terulur namun hendak ia tarik kembali, hatinya tiba-tiba berkedut, maka di urungkan niatnya untuk mengunjungi ruangan itu, Kyuhyun berbalik dan meninggalkan  ruangan tersebut.

“Kau tidak berani mengunjunginya lagi? pecundang!” Heechul tersenyum angkuh, namja itu berdiri sambil bersandar ke sebuah  tiang, tangannya dimasukkan ke saku celana sebelum melangkah dengan pasti mendekati  Kyuhyun yang tak memperdulikan kehadirannya.

“Dengar Cho, kau pikir bisa menyembuhkannya?” Heechul tersenyum kecut sementara Kyuhyun mengeratkan kepalan tangannya, kenapa juga ia harus menjelaskannya pada Heechul? kenapa juga dia bicara bertele-tele begitu?

“Asal kau tahu, rasa takutnya... melebihi rasa cinta yang kau agung-agungkan itu, percayalah... perasaan cintamu itu hanya akan menyakitinya”

Kyuhun bergerak cepat, melesat bagai cahaya... dan dalam waktu kurang dari satu detik tangannya mencengkeram kerah kemeja Heechul, memojokkannya ke dinding hingga  tubuh namja itu membuat dinding hancur seketika.

“Dengar anak haram... kau pikir kau siapa berani menceramahiku?” Mata Kyuhyun membiru, sangat dalam seperti samudera.

Heechul lantas tertawa lantang, matanya berkilat keemasan.

“Hanya karena kau seorang Earn, bukan berarti kau bisa melakukan segalanya... kau bisa membuatnya gila, Cho Kyuhyun” Kyuhyun kembali mempererat cengkramannnya, sampai di bantingnya tubuh heecul  kebawah, Kyuhyun mengutuk dirinya sendiri dalam hati karena sudah berlaku  kasar.

“Persetan! Kau pikir sudah berapa lama aku menantikan ini Hyung? Dan kau suruh aku untuk menyerah akan dirinya?” Kyuhyun menutup wajahnya dengan tangannya sendiri, rambutnya terbawa angin hingga nampak bahwa orbsnya bergetar ketika mengucapkan kalimat tadi, dan basah... sudut matanya sedang didenangi air mata.

Heechul tak bergeming, tubuh setengah vampirenya tidak bisa menahan rasa sakit akan perlakuan Kyuhyun tadi.

“Dengar... sesuatu  yang jika di takdirkan untuk menjadi milikmu, kemana  pun ia, dia pasti kembali pada sang pemilikinya.” Heechul bangkit, membersihkan dirinya dri debu-debu dan pasir dari dinding yang hancur tadi.

"Sialan! ini setelan baruku tahu! aishhhh bocah ini susah sekali di nasehati" Heechul meninggalkan Kyuhyun yang diam seribu bahasa, mata birunya memandangi pintu paling ujung itu lagi.

"Sayang... bersabarlah..." gumannya seperti desisan angin

kalimatnya mengudara seperti sebuah permohonan... 


permohonan yang tidak selalu jadi kenyataan
 
Coffe, Milk and Tea... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template